Dampak Komunikasi



DAMPAK KOMUNIKASI DAN PERUBAHAN SOSIAL BAGI PENGGUNA INSTAGRAM
(Studi Deskriptif Kualitatif bagi pengguna Media Sosial Instagram di Instansi Dinas Pendidikan Sumatera Utara)

PENYUSUN
                                        MUYA SYAROH IWANDA LBS, M.I.Kom / 0119018702



BAB I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang masalah
Komunikasi merupakan suatu hal yang paling penting dan merupakan aspek yang paling kompleks dalam hubungan kehidupan manusia. Kehidupan kita sehari-hari sangat kuat dipengaruhi oleh komunikasi kita dengan orang lain maupun pesan-pesan yang kita terima dari orang lain yang bahkan tidak kita kenal baik yang sudah hidup maupun yang sudah mati, dan juga komunikator yang dekat maupun yang jau jaraknya. Karena itu, komuikasi sangat vital untuk klehidupan kita, maka sudah sepatutnya komunikasi mendapat perhatian yang sungguh-sungguh.
Komunikasi ketika berada dalam sebuah media, katakanlah sebuah media social memiliki pandangan yang berbeda-beda bagi setiap pembacanya. Terkadang ketika kita salah menulis pesan lewat media social berakibat timbulnya perbedaan pendapat, persepsi setiap orang. Bukan hanya itu, dari komunikasi juga, kita dapat melihat dan menilai kepribadian seseorang tersebut. Dari cara berbicara, penggunaan bahasa, pemikiran-pemikiran yang disampaikan oleh seseorang lewat media sosial, bahkan dapat menimbulkan perubahan sosial bagi seseorang.
Selain komunikasi yang termaksud mengikuti perkembangan zaman, dengan adanya istilah-istilah bahasa gaul atau kalimat-kalimat baru yang bermunculan di tengah masyarakat, komunikasi juga dapat membawa perubahan sosial bagi seseorang. Hal ini, tentunya didukung dengan adanya penemuan-penemuan baru dalam dunia maya atau media sosial. Dan yang sekarang ini sedang banyak digemari oleh seluruh masyarakat Indonesia baik yang muda maupun yang tua adalah Instagram. Instagram adalah salah satu aplikasi di dalam media sosial. Instagram. Yaitu sebagai media untuk membuat foto dan mengirimkannya dalam waktu yang sangat cepat. Tujuan tersebut sangat dimungkinkan oleh teknologi internet yang menjadi basis aktivitas dari media sosial ini. Banyak orang juga mengatakan jika instagram adalah sosial media paling penuh dengan kebohongan dan pencitraan.
Peneliti  menjadikan media sosial instagram sebagai objek dalam penelitian dikarenakan, instagram memiliki peran penting dalam kehidupan seseoarang saat ini. Baik secara komunikasi, maupun perubahan sosial yang membuat seseorang berubah, hal ini dikarenakan seseorang akan berlomba-lomba untuk menginformasikan kepada siapa saja. yang memiliki media sosial instagram tersebut. Mereka hampir rata-rata ingin menunjukkan apa saja yang ada dalam hidup mereka lewat sebuah foto, dan video.
pengguna Instagram akan berlomba-lomba untuk mengepos foto-foto atau video yang paling keren di antara pengguna yang lain. Entah mengepos foto dengan foto selfie paling bening dan cantik, foto dengan barang-barang branded yang nggak semua orang bisa memiliki, foto dengan outfit-outfit keren, foto diri dengan body killer, atau foto-foto di tempat-tempat keren seperti cafe mahal, tempat wisata yang bagus dan langka, hingga trend-trend yang lain. Lama-kelamaan fokus orang adalah bukan sharing moment tapi justru unjuk aktualisasi diri bahwa ‘aku lho yang paling keren’.
Pengguna Instagram dengan foto-foto keren akan menempati kasta tertinggi sebagai selebgram. Dan keberadaan selebgram ini juga semakin memotivasi pengguna lain untuk semakin membuat pencitraan hingga akhirnya menjadi selebgram juga. Hal inilah yang mengakibatkan perubahan sosial dalam diri seseorang yang juga ingin menyerupai dan mengikuti penggemarnya atau seseorang yang dilihatnya dalam instagram. Dan benar jika perilaku sosial sekarang penuh dengan narsistik yang tinggi. Bukan narsis yang sedikit-sedikit selfie, tapi narsis yang ‘segala sesuatu yang terjadi ataupun dilakukan harus dilihat dan diketahui orang lain’.
Memperhatikan komunikasi juga dibutuhkan dalam melakukan komunikasi dengan orang lain lewat media sosial instagram, bukan hanya itu saja, perubahan sosial yang tidak memaksa kita untuk mengikuti segala sesuatunya juga harus diperhatikan sesuai kemampuan kita. Maka dari itu, peneliti melakukan penelitian dengan judul KOMUNIKASI DAN PERUBAHAN SOSIAL BAGI PENGGUNA INSTAGRAM (Studi Deskriptif Kualitatif bagi pengguna Media Sosial Instagram di Instansi Dinas Pendidikan Sumatera Utara)
1.2.Hal-hal yang melandasi  perlunya penelitian
Peradaban manusia telah mengalami kemajuan sampai sekarang. Selama kemajuan itu, berkembang juga globalisasi di segala aspek kehidupan masyarakat. Seiring berkembangnya zaman, teknologi dan ilmu pengetahuan semakin tumbuh berkembang. Majunya teknologi dan arus informasi membuat masyarakat Indonesia lebih terbuka pada pengetahuan global. Tidak bisa dipungkiri lagi perkembangan media ikut juga berperan aktif dalam perubahan gaya hidup seseorang baik media elektronik, cetak maupun online. Media online khususnya seperti media sosial yang akhir-akhir ini semakin maju dan berkembang menawarkan berbagai kemudahan dalam penyabaran informasi yang dapat diakses oleh semua khalangan. Informasi dalam bentuk apapun dapat disebarluaskan dengan mudah dan cepat sehingga mempengaruhi cara pandang, gaya hidup, serta budaya suatu bangsa. Pada sejatinya media massa merupakan salah satu bentuk kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang paling diminati oleh anak muda pada saat ini. Namun media sosial lebih banyak diminati oleh kalangan anak muda yang sejatinya lebih mampu dan up to date terhadap perkembangan teknologi dan internet. Dan instagram adalah satu-satunya media yang memiliki peran penting dan menjadi kebutuhan dikalangan masyarakat.  Tidak kenal usia, tempat dan waktu setiap orang berlomba-lomba ingin menunjukkan dan memperlihatkan kepada khalayak kehidupan antara satu orang dengan yang lainnya. Adapaun tujuan dari penelitian ini adalah agar seluruh pegawai di instansi pemerintahan Dinas Pendidikan  yang sudah mengetahui instagram memiliki kesadaran untuk menggunakannya secara baik dari segi  mengontrol cara berbicara, sikap dan perilaku mereka ketika menggunakkan instagram sebagai sarana komunikasi. Tujuannya, agar tidak terjadi kesalahan penafsiran, persepsi  diantara satu orang dengan lainnya. Disamping itu juga, perlu diketahui agar pengguna instagram juga tdak mudah terpengaruh oleh perubahan-perubahan khususnya perubahan sosial yang nantinya dapat merugikan pengguna lainnya. Misalnya, ketika kita melihat seseorang berpakaian, bergaya dan menunjukkan kemewahan dalam hidupnya bisa jadi seseorang akan tergoda dan ingin berbuat yang sama juga.
1.3. Rumusan Masalah
Yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
a.       Bagaimana komunikasi pengguna instagram pada pegawai di Instansi Dinas Pendidikan Propinsi Sumatera Utara?
  1. Bagaimana  perubahan sosial yang ditimbulkan  pengguna instagram pada pegawai di instansi Dinas Pendidikan Propinsi Sumatera Utara?
1.4.Pengujian Hipotesis
Uji Hipotesis adalah metode pengambilan keputusan yang didasarkan dari analisis data, baik dari percobaan yang terkontrol,  maupun dari observasi (tidak terkontrol). Dalam hal ini juga, peneliti ingin melihat apakah penelitian tentang instagram berdampak baik atau buruk kepada orang lain dalam hal merubah gaya hidup dan komunikasi pengguna instagram. Melihat seberapa besar keinginan dan ekstensitas karyawan dalam menggunakan instagram sehari-hari di lingkungan kantor.
1.5.Tujuan Penelitian
a.    Untuk mengetahui alat ukur komunikasi pengguna instagram bagi pegawai di Instansi Dinas Pendidikan Propinsi Sumatera Utara.
b.   Untuk mengetahui perubahan sosial pengguna instagram di instansi Dinas Pendidikan Sumatera Utara.
c.    Untuk mengetahui seberapa besar ekstensitas pegawai menggunakan instagram selama jam kerja di instansi Dinas Pendidikan Propinsi Sumatera Utara.
Tabel 14.1 Rencana Target Capaian
No
Jenis luaran
Indikator Capaian
1
Publikasi ilmiah di jurnal ber ISSN
Diterbitkan oleh Jurnal Universitas  Dharmawangsa
2
Pemakalah dalam tamu ilmiah
Naisonal



Lokal

3
Bahan ajar
Diterbitkan ber ISBN
4
Lauran lainnya jika ada (Teknologi tepat guna), Modeel/purwarupa/desain/karya seni/rekayasa social

5
Tingkat kesiapan Teknologi (TKT)




















BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
2.1.Pengertian Komunikasi
Komunikasi memiliki arti yang penting bagi manusia. Karena tanpa adanya komunikasi tidak akan terjadi interaksi dan proses saling tukar pengetahuannya, pendapat, dan pengalaman peradaban, kebudayaan, serta perkembangan masyarakat dan kemajuan teknologi juga tidak mungkin tercapai tanpa adanya komunikasi. Komunikasi bergantung pada kemampuan kita untuk memehami satu sama lain. Walaupun komunikasi kita dapat menjadi ambigu, satu tujuan utamanya adalah pemahaman.
Istilah Komunikasi berasal dari bahasa inggris yaitu Communication, menurut Wilbur Schramm berasal dari kata communis yang dalam bahasa Indonesia artinya sama. Jadi, jika kita berkomunikasi berarti kita mengadakan kesamaan. Dalam hal ini kesamaan pengertian satu makna yang disampaikan oleh seseorang kepada orang lain (Effendy, 2004:11).
Menurut professor Wilbur Schramm dalam Cangara (2004:1) mengatakan tanpa komunikasi , tidak mungkin terbentuk suatu masyarakat. Sebaliknya tanpa masyarakat, manusia tidak mungkin dapat mengembangkan komunikasi. Berkomunikasi dengan baik akan memberi pengaruh langsung terhadap struktur keseimbangan seseorang dalam masyarakat, apakah ia seorang dokter, dosen, manajer dan sebagainya.
Analisis Pengertian Komunikasi Dan 5 (Lima) Unsur Komunikasi Menurut Harold Lasswell Sat. Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan siapa? mengatakan apa? dengan saluran apa? kepada siapa? dengan akibat atau hasil apa? (who? says what? in which channel? to whom? with what effect?). (Lasswell :1960).
Setiap hubungan interaksional mengandung situasi komunikasi. Dan proses komunikasi yang terjadi berbeda-beda untuk setiap hubungan internasional. Misalnya antara situasi komunikasi dalam bekerja dengan situasi komunikasi wawancara ata pun konsultasi, dan lain sebagainya.
Dengan demikian, maka komunikasi itu pada dasarnya adalah penyampaian dan penerimaan suatu pesan.Pesan itu dapat berbentuk verbal atau pun nonverbal. Bahkan sering kali keduanya tercampur, orang dapat menyatakan sesuatu dan disamping itu lebih menekankan apa yang di katakana itu dengan suatu gerakan tangan; atau orang menyatakan sesuatu tetapi nada suaranya mengingkari apa yang di katakannya itu.
Pengertian ilmu komunikasi yang dijelaskan oleh Beger dan Chaffe tersebut memberikan 3 (tiga) pokok pikiran. Pertama, objek pengamatan yang menjadi focus perhatian dalam ilmu komunikasi adalah produksi, proses dan pengaruh dari sistem-sistem tanda dan lambang dalam konteks kehidupan manusia. Kedua, ilmu komunikasi bersifat “ilmiah-empiris” (scientific) dalam arti pokok-pokok pikiran dalam ilmu komunikasi (dalam bentuk-bentuk teori) harus berlaku umum. Ketiga, ilmu komunikasi menjelaskan fenomena sosial yang berkaitan dengan produksi, proses dan pengaruh dari sistem-sistem tanda dan lambang. (Senjaya, 2007: 10).
2.1.1                                            Fungsi-fungsi Komunikasi
Komunikasi memberi peluang bagi kita untuk melakukan sesuatu yang penting dalam kehidupan, oleh karena itu komunikasi mempunyai fungsi dalam kehidupan seseorang maka, Menurut Edy Sutrisno ( 2011 : 43-44 ) di bawah ini dijelaskan fungsi-fungsi  komunikasi yaitu sebagai berikut :
  1. Pertumbuhan individu
Kita berkembang dan tumbuh melalui komunikasi dengan lingkungan.Makin banyak pengalaman kita peroleh, makin berkembang kita sebagai manusia.
  1. Belajar
Erat hubungannya dengan pertumbuhan adalah proses belajar. Dalam hubungan ini, belajar berarti pengumpulan informasi sedangkan pertumbuhan mencakup kepribadian secara keseluruhan.
  1. Kesadaran Diri
Kita sadar akan diri kita terutama berkat komunikasi. Kita mendapatkan informasi dari orang lain ( langsung atau tidak langsung ) tentang diri kita.
  1.  Integrasi dengan lingkungan
Kita semua ada dalam suatu dunia yang terdiri dari manusia, ide, ruang/tempat, dan benda-benda.Dunia yang dimaksud adalah lingkungan perceptual sering pula disebut kerangka acuan.Untuk hidup dalam dunia perseptual, kita harus mengubah pikiran dan tingkah laku kita terus-menerus.
Menurut Effendy (2005 : 8) mengatakan komunikasi memiliki beberapa tujuan dan fungsi diantaranya :
a.       Perubahan sikap (attitude change)
b.      Perubahan pendapat (opinion change)
c.       Perubahan perilaku (behavior change)
d.      Perubahan Sosial (social change)
 Sedangkan komunikasi mempunyai fungsi sebagai berikut :
a.       Menyampaikan informasi (to inform)
b.      Mendidik (to educate)
c.       Menghibur (to entertaint)
d.      Mempengaruhi (to influence)
2.1.2                                            Hambatan-hambatan komunikasi
Faktor hambatan yang biasanya terjadi dalam proses komunikasi, dapat dibagi dalam 3 jenis sebagai berikut (Effendy, 2005:60):
  1. Hambatan Teknis,
Hambatan jenis ini timbul karena lingkungan yang memberikan dampak pencegahan terhadap kelancaran pengiriman dan penerimaan pesan. Dari sisi teknologi, keterbatasan fasilitas dan peralatan komunikasi, akan semakin berkurang dengan adanya temuan baru di bidang teknologi komunikasi dan sistim informasi, sehingga saluran komunikasi dalam media komunikasi dapat diandalkan serta lebih efisien.
  1. Hambatan Semantik
Gangguan semantik menjadi hambatan dalam proses penyampaian pengertian atau idea secara efektif. Definisi semantik adalah studi atas pengertian, yang diungkapkan lewat bahasa. Suatu pesan yang kurang jelas, akan tetap menjadi tidak jelas bagaimanapun baiknya transmisi.
Hambatan semantik dibagi menjadi 3, diantaranya:
  1.  Salah pengucapan kata atau istilah karena terlalu cepat berbicara contoh: partisipasi menjadi partisisapi.
  2. Adanya perbedaan makna dan pengertian pada kata-kata yang pengucapannya sama. Contoh: bujang (Sunda: sudah; Sumatera: anak laki-laki).
  3. Adanya pengertian konotatif, Contoh: secara denotative, semua setuju bahwa anjing adalah binatang berbulu, berkaki empat. Sedangkan secara konotatif, banyak orang menganggap anjing sebagai binatang piaraan yang setia, bersahabat dan panjang ingatan.
Untuk menghindari mis-komunikasi semacam ini, seorang komunikator harus memilih kata-kata yang tepat dan sesuai dengan karakteristik komunikannya, serta melihat dan mempertimbangkan kemungkinan penafsiran yang berbeda terhadap kata-kata yangdigunakannya.
  1. Hambatan Manusiawi
Hambatan jenis ini muncul dari masalah-masalah pribadi yang dihadapi oleh orang-orang yang terlibat dalam komunikasi, baik komunikator maupun komunikan.
2.1.3                                            Dimensi komunikasi
Menurut Edy Sutrisno ( 2011 : 45-46 ) Proses penyampaian pesan ataupun pertukaran informasi ini mempunyai berbagai dimensi :
1). Komunikasi Verbal dan Nonverbal
Komunikasi verbal merupakan suatu proses pertukaran pengertian yang menggunakan kata-kata. Sedangkan komunikasi Nonverbal merupakan proses penyampaian pesan tanpa menggunakan kata-kata, seperti ekspresi wajah, gerakan tangan, gerakan tubuh, dan sebagainya. Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang sering komunikasi verbal maupun nonverbal. Misalnya orang sedang marah, disamping mengeluarkan kata-kata keras atau memaki ia juga melotot dan tangannya memukul meja ataupun menuding-nuding muka orang yang ia marahi.
Setiap orang dapat menyatakan sesuatu dan di samping itu lebih menekankan apa yang dikatakan itu dengan suatu gerakan tangan, pdan dapat juga terjadi orang yang menyatakan sesuatu, tetapi nada suaranya mengingkari apa yang dikatakannya itu.
2). Komunikasi Satu Arah dan Dua Arah
Pada komunikasi seperti itu, maka yang ditekankan adalah arus pesan. Pada komunnikasi satu arah, pesan hanya mengalir dari pengirim pesan. Dilain pihak pada komunikasi dua arah pesan mengalir baik dari pengirim maupun penerima. Di sini secara bergantian pengirim pesan menjadi penerima dan sebaliknya, pada umumnya komunikasi dua arah menunjukkan hasil yang lebih baik daripada komunikasi satu arah.
Pada komunikasi dua arah terjadi diskusi antara pengirim pesan dan penerima pesan sehingga penerima pesan akan merasa puas karena ia merasa dilibatkan. Sebaliknya, pada komunikasi satu arah di samping penerima pesan merasa tidak puas, juga paling besar kemungkinan terjadinya kabar angina atau isu, distorsi pesan. Sebab besar kemungkinan penerima pesan menafsirkan atau mereka-reka pesan, dilain pihak pengirim pesan tidak dapat mengendalikan seberapa jauh pesan ditangkap secara benar oleh penerima pesan.
Komunikasi satu arah pada umumnya :
(a). Lebih cepat dan efisien
(b). Tampak lebih rapi dan beraturan
(c). Kurang cermat
(d). Digunakan apabila komunikator ingin agar kesalahan-kesalahannya
 tidak   diketahui.
(e). Apabila ia ingin melindungi kekuasaannya dengan cara
menyalahkan  penerima bahwa pesan tidak diterima.
Komunikasi dua arah :
(a). Lebih lambat tetapi lebih cermat
(b). Penerima merasa lebih yakin akan dirinya.
(c). Tampak lebih kacau dan ramai, karena terjadi banyak interupsi,
ungkapan perasaan, permintaan akan penjelasan, dan sebagainya.
(d). Komunikator merasa lebih rawan, lebih mudah dikecam karena
      penerima dapat melihat kesalahan dan kekhilafan yang terjadi.
2.2                        Pengertian Komunikasi Antarpribadi 
Menurut (De Vito, 1976 ) Komunikasi antarpribadi merupakan pengiriman pesan-pesan dari seorang dan diterima oleh orang yang lain, atau sekelompok orang dengan efek dan umpan balik yang langsung. (Liliweri,1991:12).
Effendy (1986:58) mengemukakan bahwa pada hakikatnya komunikasi antar pribadi adalah komunikasi antara komunikator dengan seorang komunikan. Komunikasi jenis ini dianggap paling efektif dalam hal upaya mengubah sikap, pendapat, atau perilaku seseorang, karena sifatnya yang dialogis, berupa percakapan. Arus balik bersifat langsung. Komunikator mengetahui tanggapan. komunikan ketika itu juga pada saat komunikasi dilancarkan. Komunikator mengetahui pasti apakah komunikasinya itu positif atau negatif, berhasil atau tidak. Jika tidak, ia dapat memberi kesempatan kepada komunikan untuk bertanya seluas-luasnya.
Dean C. Barnlund (1968:45) mengemukakan bahwa komunikasi antar pribadi biasanya dihubungkan dengan pertemuan antara dua orang, atau tiga orang atau mungkin empat orang yang terjadi sangat spontan dan tidak berstruktur.
Menurut Arni Muhammad (2002:154) komunikasi antarpribadi didefinisikan sebagai: “proses pertukaran informasi diantara seseorang dengan paling kurang seorang lainnya atau biasanya diantara dua orang yang dapat langsung diketahui baliknya”. Komunikasi antarpribadi bertujuan untuk membentuk hubungan dengan orang lain. Komunikasi antarpribadi merupakan format komunikasi yang paling sering dilakukan oleh semua orang dalam hidupnya. Menurut Rogers dalam Depari (1988:13) komunikasi antar pribadi merupakan komunikasi dari mulut ke mulut yang terjadi dalam interaksi tatap muka antara beberapa pribadi. Tan (1981:60) mengemukakan bahwa interpersonal communication adalah komunikasi tatap muka antara dua orang atau lebih orang.
Kriteria paling penting bagi keefektifitasan komunikasi antarpribadi adalah pengaruh yang disampaikan oleh seorang komunkator kepada seorang komunikan. Yang dimaksud dengan pengaruh bukan berarti pengendalian, tetapi seorang  komunikator mencapai hasil yang dimaksudkan. Jika komunikator berharap mendapatkan jawaban yang empatis dan dia memperoleh hal itu sebagai hasil dari interaksinya, maka dia telah berhasil mempengaruhi orang lain. Karenanya, efek adalah salah satu elemen komunikasi yang penting untuk mengetahui berhasil atau tidaknya komunikasi yang diinginkan.
Salah satu tujuan komunikasi antarpribadi adalah membangun hubungan kepercayaan antara sumber dan sasaran komunikasi. Suatu komunikasi yang efektif sangat membantu membangun kepercayaanddan hubungan antarpribadi menambah pengaruh dalam membangun kepercayaan adalah kredibilitas komunikator. misalnya jika suatu pesan komunikasi dikirim oleh seorang teman mungkin komunikasi itu tidak dianggap serius, tetapi pesan yang sama akan diterima dengan lebih serius jika datang dari tingkat yang lebih tinggi.
Komunikasi Interpersonal merupakan action oriented, ialah suatu tindakan yang berorientasi pada tujuan tertentu. Tujuan komunikasi interpersonal itu bermacam-macam, beberapa di antaranya dipaparkan berikut ini.
a.       Mengungkapkan perhatian kepada orang lain
Salah satu tujuan komunikasi interpersonal adalah untuk mengungkapkan perhatian kepada orang lain.
b.      Menemukan diri sendiri
Artinya, seorang melakukan komunikasi interpersonal karena ingin    mengetahui dan mengenali karakteristik diri pribadi berdasarkan informasi dari orang lain.
c.       Menemukan dunia luar
Dengan komunikasi interpersonal diperoleh kesempatan untuk mendapatkan berbagai informasi dari orang lain, termasuk informasi penting dan actual.
d.      Membangun dan memelihara hubungan yang harmonis
Sebagai makhluk sosial, salah satu kebutuhan setiap orang yang paling besar adalah membentuk dan memelihara hubungan baik dengan orang lain.
e.       Mempengaruhi sikap dan tingkah laku
Komunikasi interpersonal ialah proses penyampaian suatu pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu atau mengubah sikap, pendapat, atau perilaku baik secara langsung maupun tidak langsung (dengan menggunakan media).
f.       Mencari kesenangan atau sekedar menghabiskan waktu
Ada kalanya, seseorang melakukan komunikasi interpersonal sekedar mencari kesenangan atau hiburan.
Liliweri (1997:13) dalam Tamsil (2005:8) menyebutkan beberapa ciri komunikasi antarpribadi, yaitu:
1. Arus pesan dua arah.
2. Konteks komunikasi adalah tatap muka.
3. Tingkat umpan balik yang tinggi.
4. Kemampuan untuk mengatasi tingkat selektivitas yang tinggi.
5. Kecepatan untuk menjangkau sasaran yang besar sangat lamban.
6. Efek yang terjadi antara lain perubahan sikap.
Perlu juga sebelum mendefinisikan komunikasi antarpribadi kita harus memahami perbedaan komunikasi antarpribadi dan komunikasi non antarpribadi. Asumsi dasar komunikasi antarpribadi adalah bahwa setiap orang yang berkomunikasi akan membuat prediksi pada data psikologis tentang efek atau perilaku komunikasinya, yaitu bagaimana pihak yang menerima pesan memberikan reaksinya. Jika menurut persepsi komunikator reaksi komunikan menyenangkan maka ia akan merasa bahwa komunikasinya telah berhasil.
Setiap berkomunikasi dengan orang lain kita secara tidak langsung membuat prediksi tentang efek dan prilaku komunikasinya. Menurut Miller ada tiga tingkatan analisis yang digunakan dalam melakukan prediksi, yaitu: tingkat kultural, tingkat sosiologis, dan tingkat psikologis. Analisis pada tingkat kultural. Untuk itu kita seharusnya menyamakan pemahaman dulu tentang konsep kultur atau budaya.
 Dari beberapa uraian diatas berdasarkan ciri dan perbedaan komunikasi antarpribadi dan non-antarpribadi maka penulis berusaha mencirikan komunikasi antarpribadi sebagai berikut:(arpanbidibar.blogspot.com/2011/06/pengertian-komunikasi-antarpribadi.html).
1. Prediksi pada tataran psikologis
2. Konteks komunikasi adalah tatap muka
3. Terjadi pada ruang lingkup individu yang sempit (sedikit orang)
4. Norma yang berlaku cenderung relational
5. Arus pesan dua arah
6. Komunikasi antarpribadi adalah verbal dan non-verbal.
7. komunikasi antarpribadi saling mempengaruhi dan mengubah
Dari uraian serta rangkuman ciri dari komunikasi antarpribadi, penulis mendefinisikan komunikasi antarpribadi sebagai sebuah interaksi tatap muka secara verbal dan non-verbal pada tataran psikologis antara individu yang satu dengan individu yang lain, yang memiliki norma relational berdasarkan kesepakatan individu-individu tersebut, dimana arus pesan terjadi dari dua arah secara aktif serta saling mempengaruhi dan mengubah satu sama lain.
Tatap muka, penulis memaknai pengertian yang diberikan Deddy Mulyana dalam bukunya penganta ilmu komunikasi sebagaimana tatap muka mempunyai sebuah efek lebih kepada individu yang melakuakan aktifitas kumunikasi. Serta lebih kepada penekanan analisa apa yang dikatakan dan bagaimana cara mengatakannya.

2.3.            Pengertian Komunikasi Massa
komunikasi massa disebut juga komunikasi media massa (Mass Media Communication) dan Communicating with media (berkomunikasi melalui media massa), yakni media cetak (suratkabar, majalah, tabloid), media elektronik (radio/televisi), dan media siber (cyber media online, internet). Komunikasi massa adalah komunikasi yang menggunakan media massa, baik cetak atau elektronik, berbiaya relatif mahal, yang dikelola oleh suatu lembaga atau orang yang dilembagakan, yang ditujukan kepada sejumlah besar orang yang tersebar di banyak tempat, anonim, dan heterogen.
Definisi komunikasi massa yang lebih rinci dikemukakan oleh ahli komunikasi lain, yaitu George Gebner. Menurutnya, komunikasi massa adalah produksi dan distribusi yang berlandasakan teknologi dan lembaga dari arus pesan yang berkesinmabungan serta paling luas dimiliki orang dalam masyarakat. Daat disimpulkan juga, komunikasi massa adalah komunikasi yang menggunakan media massa dalam penyampaian informasi yang ditujukan kepada orang banyak (public) dan diterima secara serentak.
Fungsi komunikasi massa menurut Dominick (2001), adalah :
a.       Surveillance (pengawas)
b.      Interpretation (penafsiran)
c.       Linkage (keterkaitan)
d.      Transmission of value (penyebaran nilai)
e.       Entertainment (hiburan)
Fungsi komunikasi massa terpopuler tercantum dalam UU No. 40/1999 tentang pers, yaitu :
a.       Menyampaikan informasi
b.      Mendidik
c.       Menghibur
d.      Melakukan pengawasan sosial
Setiap proses komunikasi mempunyai dampak atau hasil akhir yang disebut dengan efek. Efek muncul dari seseorang yang menerima pesan komunikasi baik secara sengaja maupun tidak disengaja.  Menurut Donald K. Robert, efek hanyalah perubahan perilaku manusia setelah diterpa pesan media massa.”oleh karena fokusnya pesan, maka efek harus berkaitan dengan pesan yang disampiakan media massa ( Aedianto, 2004:48).

2.3.1.                     Komunikasi  Karakteristik Komunikasi Massa
Sebelum seseorang memutuskan untuk menggunakan media massa sebagai alat untuk berkomunikasi, alangkah baiknya orang tersebut mengetahui dan memahami apa sajakarakteristik komunikasi massa. Karakteristik yang pertama, komunikasi yang bersifat umum. Pada karakteristik ini, pesan komunikasi yang akan disampaikan melalui media massa merupakan pesan yang terbuka dan umum untuk semua orang.
Kedua, yakni komunikasi yang bersifat heterogen, dengan massa yang terdiri dari berbagai masyarakat yang berbeda seperti jenis kelamin, umur, pendidikan, agama, pekerjaan hingga latar belakang budaya yang beragam. Ciri komunikasi massa ketiga yaitu yang bersifat satu arah. Dengan komunikasi yang melalui media, maka seorang komunikator dan para komunikan tidak dapat melakukan interaksi secara langsung. Sang komunikator aktif dalam menyampaikan informasi, sedangkan para komunikan aktif pula dalam menerima informasi tersebut, dan keduanya tidak dapat berinteraksi dan berdialog seperti komunikasi antar personal. Oleh karena itu, komunikasi tersebut bersifat searah. Dan karakteristik yang terakhir yaitu timbulnya kekompakan. Dengan adanya komunikasi massa ini, akan menimbulkan massa yang dapat kompak/serempak. Maksudnya, kekompakan kontak dengan banyaknya warga penduduk yang terdiri dari berbagai tempat tinggal dan jarak yang cukup jauh dari sang komunikator.

2.4.            Perubahan Sosial
Perubahan sosial secara umum dapat diartikan sebagai perubahan-perubahan yang terjadi di kehidupan sosial masyarakat. Perubahan sosial ini mencakup segala bidang kehidupan seperti nilai dan norma sosial, pola perilaku dan organisasi sosial, lembaga kemasyarakatan, lapisan masyarakat, dan juga sistem kekuasaan dan wewenang. Perlu adanya pengertian perubahan yang mencakup segala bidang tersebut agar semua konsep dapat terwakili dengan baik.
Pada hakikatnya setiap masyarakat yang ada di seluruh di dunia ini dalam kehidupanya dapat dipastikan akan mengalami yang namanya perubahan-perubahan yang akan kita ketahui apabila membandingkan dengan suatu masyarakat di masa – masa tertentu dengan masyarakat di masa lalu. Sehingga bisa dikatakan bahwa pada dasarnya masyarakat terus menerus mengalami yang namanya sebuah perubahan. Akan tetapi  perubahan sosial yang terjadi antara masyarakat satu dengan lainnya tidaklah selalu sama.
Hal ini dikarenakan oleh adanya suatu masyarakat yang mengalami sebuah perubahan lebih cepat jika dibandingkan dengan masyarakat lainnya. Perubahan-perubahan yang terjadi prosesnya bisa saja berlangsung secara cepat ataupun lambat, berpengaruh secara luas ataupun terbatas dan juga perubahan-perubahan tersebut terkadang terlihat sangat menonjol ataupun malah tidak menampakkan perubahan sama sekali.
Menurut William F. Ogburn  Perubahan sosial adalah perubahan yang mencakup unsur-unsur kebudayaan baik material maupun immaterial yang menekankan adanya pengaruh besar dari unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial.
Gillin Perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi sebagai suatu variasi dari cara hidup yang telah diterima karena adanya perubahan kondisi geografi, kebudayaan material, komposisi penduduk, ideologi, maupun adanya difusi atau penemuan-penemuan baru dalam masyarakat. (www. http://pengayaan.com/20-pengertian-perubahan-sosial-menurut-para-ahli).

2.5.            Teknologi Komunikasi  
Teknologi Komunikasi menurut beberapa Ahli Carl I. Hovland Teknologi Komunikasi adalah suatu proses yang memungkinkan seseorang menyampaikan rangsangan (biasanya dengan menggunakan lambang verbal) untuk mengubah perilaku orang lain. Bernard Barelson & Garry A. Steiner Teknologi Komunikasi adalah proses transmisi informasi, gagasan, emosi, keterampilan dan sebagainya dengan menggunakan simbol-simbol, kata-kata, gambar, grafis, angka, dsb.Colin Cherry.(http://ahmadpadhillah.blogspot.co.id/2013/04/resensi-buku-teknologi-komunikasi-dan.html).
Teknologi Komunikasi adalah proses dimana pihak-pihak saling menggunakan informasi dengan untuk mencapai tujuan bersama dan komunikasi merupakan kaitan hubungan yang ditimbulkan oleh penerus rangsangan dan pembangkitan balasannya. Hovland, Janis dan Kelley Teknologi Komunikasi merupakan proses individu mengirim rangsangan (stimulus) yang biasanya dalam bentuk verbal untuk mengubah tingkah laku orang lain. Pada definisi ini mereka menganggap komunikasi sebagai suatu proses. Louis Forsdale, Menurut Forsdale (1981), ahli komunikasi dan pendidikan “communication is the process by which a system is established, maintained and altered by means of shared signals that operate according to rules”. Komunikasi adalah suatu proses dimana suatu sistem dibentuk, dipelihara, dan diubah dengan tujuan bahwa sinyal-sinyal yang dikirimkan dan diterima dilakukan sesuai dengan aturan. (Hamzah B dan Nina Lamatengngo, 2011:123).
Teknologi komunikasi adalah peralatan perangkat keras (hardware) dalam sebuah struktur organisasi yang mengandung nilai-nilai sosial, yang memungkinkan setiap individu mengumpulkan, memproses, dan saling tukar menukar informasi dengan individu-individu lainnya. Yang mendasari sesuatu hal dapat digolongkan kedalam teknologi komunikasi adalah: (Hamzah B dan Nina Lamatengngo, 2011:90).
a.       Teknologi komunikasi dapat di implementasikan dalam suatu alat
b.      Teknologi komunikasi dilahirkan oleh sebuah struktur sosial,ekonomi dan politik
c.       Teknologi komunikasi membawa nilai yang berasal dari struktur ekonomi , sosial dan politik tertentu
d.       Teknologi komunikasi meningkatkan kemampuan indera manusia terutama kemampuan mendengar dan melihat.
2.5.1        Perbedaan  Teknologi Komunikasi dengan Teknologi Informasi.
Teknologi informasi lebih ditekankan pada hasil data yang diperoleh sedangkan pada teknologi komunikasi ditekankan pada bagaimana suatu hasil data dapat disalurkan, disebarkan dan disampaikan ke tempat tujuan. Teknologi informasi berkembang cepat dengan meningkatnya perkembangan komputer dengan piranti pendukungnya serta perkembangan teknologi komunikasi yang ada. Teknologi komunikasi berkembang cepat dengan meningkatnya perkembangan teknologi elektronika, sistem transmisi dan sistem modulasi, sehingga suatu informasi dapat disampaikan dengan cepat dan tepat.

2.5.2     Bentuk Teknologi Komunikasi
a.       Komunikasi Suara merupakan bentuk komunikasi mempergunakan suara dan indera pendengaran dari tempat yang terpisah dengan jarak tertentu.
b.      Komunikasi Tulisan dan Gambar merupakan komunikasi yang mengirimkan informasi berbentuk tulisan dan gambar. Gambar yang dikirim dapat berupa gambar hidup (video) atau gambar diam, misalnya gambar teknik atau gambar grafik.
c.       Komunikasi Data informasi berupa data dan berita yang dikirimkan dengan menggunakan komputer sebagai media pengirim dan media penerima informasi, serta dengan menggunakan jaringan telepon (Public Switched Telephone Network) atau menggunakan jaringan telepon khusus (leased line atau private line).

2.5.3        Penerapan  Teknologi Komunikasi
Penerapan teknologi komunikasi ditentukan oleh sejauh mana teknologi komunikasi mampu membuka akses pada berbagai pelayanan dan jaringan informasi. Terdapat 2 tahapan dalam proses penerapan teknologi komunikasi, yaitu : (Hamzah B dan Nina Lamatengngo, 2011:65).
  1. Tahapan inisiasi, terdapat dua tingkatan, yaitu :
1.         Tingkatan Agenda-Setting
2.        Tingkatan Matching
Apabila nilai kedua tingkat inisiasi ini positif, timbulah keinginan untuk mengadopsi teknologi komunikasi yang diinginkan.
  1. Tahapan implementasi, terdapat tiga tingkatan, yaitu :
1.      Tingkatan redefining (mengartikan ulang)
2.      Tingkatan clarifying (menjelaskan)
3.      Tingkatan routinizing (kebiasaan).
2.5.4   Pelaku Teknologi Komunikasi
Dalam rangkaian sumber, penyampaian dan penerimaan informasi ada beberapa pihak yang tersangkut dan saling tergantung satu dengan yang lainnya, yaitu :
1.      Pemakai
2.      Perusahaan penyedia jasa telekomunikasi
3.      Produsen peralatan komunikasi
4.      Badan yang mengatur/mengkoordinir seluruh kegiatan komunikasi dari segi ekonomis dan teknis dalam mengadakan peraturan, standar, harga patokan, dan lain-lain.
Dalam memudahkan pekerjaan manusia, teknologi ini memiliki beberapa fungsi, yaitu pertama, memudahkan pekerjaan dalam dunia bisnis dan ekonomi. Dengan hal itu, teknologi komunikasi yang berkembang sangat pesat tersebut menjadi pilar pendukung dalam teknologi transportasi pada bidang revolusi industri.
Kedua, kegunaan teknologi komunikasi juga dapat membantu dan memudahkan dalam mentrasnfer data dari satu perangkat ke perangkat yang lainnya baik dalam jarak dekat maupun jauh. Ketiga, dapat berperan untuk mengatur/memanajemen suatu sistem agar dapat dikelola dengan baik. Pengelolaan sistem yang baik akan mempengaruhi kinerja sistem yang baik pula.
Selain beberapa fungsi di atas, fungsi lainnya yaitu teknologi komunikasi yang mampu membawa suatu nilai-nilai dari struktur ekonomi, sosial, dan politik pada umumnya. Dan fungsi terakhir yaitu dapat meningkatkan kemampuan indera setiap manusia dalam kemampuan mendengar dan melihat.

2.6.Media Sosial
            Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia. Pendapat lain mengatakan bahwa media sosial adalah media online yang mendukung interaksi sosial dan media sosial menggunakan teknologi berbasis web yang mengubah komunikasi menjadi dialog interaktif.
            Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan media sosial sebagai “sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun di atas dasar ideologi dan teknologi web, dan yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated content”.
Sam Decker menyatakan media sosial adalah konten dan interaksi digital yang dibuat oleh dan antara orang yang satu dengan yang lainnya.
Chris Garrett berpendapat bahwa media sosial adalah alat, jasa, dan komunikasi yang memfasilitasi hubungan antara orang satu dengan yang lain serta memiliki kepentingan atau ketertarikan yang sama. Sedangkan menurut Wikipedia, media sosial adalah Sosial media adalah alat berbasis komputer yang memungkinkan orang untuk membuat, berbagi, atau bertukar informasi, ide, dan gambar/video dalam komunitas dan jaringan virtual.
Media sosial mempunyai ciri-ciri, yaitu sebagai berikut :
§  Pesan yang di sampaikan tidak hanya untuk satu orang saja namun bisa keberbagai banyak orang contohnya pesan melalui SMS ataupun internet
§  Pesan yang di sampaikan bebas, tanpa harus melalui suatu Gatekeeper
§  Pesan yang di sampaikan cenderung lebih cepat di banding media lainnya
§  Penerima pesan yang menentukan waktu interaksi.

Fungsi Media Sosial
              Ketika kita mendefinisikan media sosial sebagai sistem komunikasi maka kita harus mendefinisikan fungsi-fungsi terkait dengan sistem komunikasi, yaitu : (http://jayaputrasbloq.blogspot.com/2011/02/definisi-atau-pengertian-istilah-social.htm).
  • Administrasi
Pengorganisasian proofil karyawan perusahaan dalam jaringan sosial yang relevan dan relatif dimana posisi pasar anda sekarang. Pembentukan pelatihan kebijakan media sosial, dan pendidikan untuk semua karyawan pada penggunaan media sosial. Pembentukan sebuah blog organisasi dan integrasi  konten dalam masyarakat yang relevan. Riset pasatr untuk menemukan dimana pasar anda.
  • Mendengarkan dan Belajar
Pembuatan sistem pemantauan untuk mendengar apa yang pasar anda inginkan, apa yang relevan dengan mereka.
  • Berpikir dan Perencanaan
Dengan melihat tahap 1 dan 2, bagaiman anda akan tetap didepan pasar dan begaiman anda berkomunikasi ke pasar. Bagaiman teknologi sosial meningkatkan efisiensi operasional hubungan pasar.
  • Pengukuran
Menetapkan langkah-langkah efektif sangat penting untuk  mengukur apakah metode yang digunakan, isi dibuat dan alat yang anda gunakan efektif dalam meningkatkan posisi dan hubungan pasar anda.
Ciri – Ciri Media Sosial
Media sosial mempunyai ciri – ciri sebagai berikut : (http://jayaputrasbloq.blogspot.com/2011/02/definisi-atau-pengertian-istilah-social.htm).
-                 Pesan yang disampaikan tidak hanya untuk satu orang saja namun bisa ke berbagai banyak orang. Contohnya, pesan melalui SMS ataupun internet
-                 Pesan yang disampaikan bebas, tanpa harus melalui suatu Gatekeeper.
-                 Pesan yang disampaikan cenderung lebih cepat dibandinng media lainnya.
-                 Penerima pesan yang menerima interaksi.
Dampak Positif Dan Negatif Media Sosial
Dampak Positif
  1. Mempererat silaturahim: Dalam hal bersilaturahim, penggunaan media sosial ini sangat cocok untuk dapat berinteraksi dengan orang yang berjauhan tempat tinggalnya.
  2. Menambah wawasan dan pengetahuan: Akhir-akhir ini banyak akun sosial media yang selalu membagi wawasan dan pengetahuan, hal ini sangat menarik karena kita dapat menambah wawasan dan pengetahuan secara praktis.
  3. Menyediakan informasi yang tepat dan akurat: Informasi dapat kita peroleh dari sosial media, baik itu informasi perguruan tinggi, lowongan kerja, ataupun beasiswa.
  4. Menyediakan ruang untuk berpesan positif: Penggunaan sosial media saat ini sudah banyak digunakan oleh para tokoh agama,ulama, ataupun motivator.
  5. Mengakrabkan hubungan pertemanan: Media sosial akan mengakrabkan suatu pertemanan, kala seseorang malu bertanya di dunia nyata.
Dampak Negatif
  1. Anak dan remaja menjadi malas belajar berkomunikasi di dunia nyata.
  2. Situs jejaring social akan membuat anak dan remaja lebih mementingkan diri sendiri.
  3. Bagi anak dan remaja, tidak ada aturan ejaan dan tata bahasa di jejaring social.
  4. Situs jejaring social adalah lahan subur bagi predator untuk melakukan kejahatan.
  5. Pornografi : Anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, memang tidak salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela.
  6. Penipuan : Hal ini memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dari serangan penipu. (http://jayaputrasbloq.blogspot.com/2011/02/definisi-atau-pengertian-istilah-social.htm).

2.7.Instagram
Instagram merupakan sebuah aplikasi berbagi foto dan video yang memungkinkan pengguna mengambil foto, mengambil video, menerapkan filter digital, dan membagikannya ke berbagai layanan jejaring sosial, termasuk milik Instagram sendiri.
Saking populernya Instagram sebagai sebuah media sosial, banyak orang yang tak tahu arti sebenarnya dari pemakaian kata tersebut. Disusun dari dua kata, yaitu “Insta” dan “Gram”. Arti dari kata pertama diambil dari istilah “Instan” atau serba cepat/mudah. Namun dalam sejarah penggunaan kamera foto, istilah “Instan” merupakan sebutan lain dari kamera Polaroid. Yaitu jenis kamera yang bisa langsung mencetak foto beberapa saat setelah membidik objek. Sedangkan kata “Gram” diambil dari “Telegram” yang maknanya dikaitkan sebagai media pengirim informasi yang sangat cepat.
Penggunaan dua kata tersebut, kita jadi semakin memahami arti dan fungsi sebenarnya dari Instagram. Yaitu sebagai media untuk membuat foto dan mengirimkannya dalam waktu yang sangat cepat. Tujuan tersebut sangat dimungkinkan oleh teknologi internet yang menjadi basis aktivitas dari media sosial ini.
Keistimewaan Instagram
Jika  hanya untuk membuat foto dan mengirimkannya dalam waktu cepat, bukankah banyak media sosial lain yang menawarkan konsep serupa? Nah, dari pertanyaan tersebut, Instagram sebenarnya telah menjawabnya melalui serangkaian fitur dari aplikasinya. Mulai dari pemakaian filter hingga optimalisasi hashtag untuk mengelompokkan tema foto. Kalau ingin membuktikan lebih dalam tentang keistimewaan Instagram, bisa kita ulik lagi dari seluk beluk aplikasi ini.
Media untuk para penikmat dan praktisi fotografi. Jadi, dari fungsi tersebutlah bisa diperoleh sejumlah manfaat yang bisa menciptakan hasil-hasil optimal.
Optimalisasi Pemakaian Instagram
Kecenderungan orang yang latah dalam menggunakan media sosial ialah asal membuat akun namun memperlakukannya sama seperti kebanyakan media sosial lain. Jadi, misalnya ia sudah terbiasa bermain Facebook, maka ia secara tak sadar menggunakan media lain seperti Instagram dengan kebiasaan serupa. Kalau persoalannya adalah media sosial sebagai alat narsis, hampir setiap orang, baik sadar maupun tak sadar berulang kali mempraktikkannya. Justru dengan sejumlah keistimewaan yang telah disediakan oleh aplikasi seperti Instagram itulah, setiap pengguna bisa memanfaatkannya untuk tujuan tertentu.
Media Promosi
Semakin banyak orang yang menyadari bahwa Instagram merupakan alat promosi yang sangat ampuh. Kecenderungan para pengguna internet ialah lebih tertarik pada bahasa visual. Nah, dibandingkan dengan media sosial lainnya, Instagram lebih memaksimalkan fiturnya untuk komunikasi melalui gambar atau foto. Ketika bahasa visual mendominasi dunia internet, dari situlah para pelaku bisnis bisa memanfaatkan peluang yang terhampar di depan mata.
Gaya-gaya promosi dengan Instagram pun sangat unik dan variatif. Kadang, kita bisa menikmati rangkaian foto yang dibuat secara estetis dan sangat menarik perhatian. Penerapan promosi pun bisa diterapkan, misalnya dengan menyelenggarakan sebuah kompetisi khusus bagi para penggemar fotografi. Hanya berbekal gadget dan aplikasi Instagram, maka berbagai karya foto pun bisa dihasilkan dan seolah-olah seperti karya para fotografer profesional.
Fenomena lainnya yang sangat menarik dari Instagram adalah bagaimana kebanyakan orang tertarik untuk mempopulerkan akun mereka. Tujuannya adalah memperoleh jumlah follower sebanyak-banyaknya. Metode ini sebenarnya sama persis dengan Twitter yang menghasilkan banyak Selebtwit di Indonesia. Begitu pula dengan dunia Instagram yang melahirkan sejumlah Seleb dengan ribuan bahkan jutaan follower. Ketika seseorang sudah punya banyak follower, secara otomatis ia punya reputasi sehingga menarik minat dari sejumlah vendor untuk memasang iklan di akun Instagram mereka. Itulah yang disebut sebagai buzzer yang mampu mendulang banyak keuntungan yang berawal dari hobi postingan di Instagram atau media sosial lainnya.


BAB 3. METODE PENELITIAN
3.1                          Tahapan-Tahapan Penelitian
Ada dua pendekatan dalam penelitian, yaitu pendekatan penelitian   kualitatif dan penelitian kuantitatif. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian deskriptif kualitatif, yang merupakan penelitian yang termasuk dalam jenis penelitian kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah mengungkap fakta, keadaan,fenomena,variabel dan keadaan yang terjadi saat penelitian berjalan dan menyuguhkan apa adanya. Penelitian deskriptif kualitatif menafsirkan dan menuturkan data yang bersangkutan dengan situasi yang sedang terjadi, sikap serta pandangan yang terjadi di dalam masyarakat pertentangan antara dua keadaan atau lebih, hubungan antar variable yang timbul, perbedaan antar fakta yang ada serta pengaruhnya terhadap suatu kondisi, dan sebagainya.
Menurut Nazir (1988), metode deskriptif merupakan suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang.
3.2                          Model Penelitian
Penelitian ini  lebih menggunakan pendekatan deskriptif  kualitatif. Pendekatan kualitatif diharapkan mampu menghasilkan uraian yang mendalam tentang ucapan, tulisan, dan atau organisasi tertentu dalam suatu setting konteks tertentu yang dikaji dari sudut pandang yang utuh, komprehensif, dan holistik. Dalam memilih sample penelitian kualitatif menggunakan teknik non probabilitis, yaitu suatu teknik pengambilan sample yang tidak didasarkan pada rumusan statistic tetapi lebih pada pertimbangan subyektif  peneliti dengan didasarkan pada jangkauan dan kedalaman masalah yang diteliti dalam penelitian ini. (http://ananur.woordpress.com/2010/07/08/analisis-data-kualitatif.
Tujuan dari penelitian deskriptif ini adalah untuk membuat deskripsi, gambaran, atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antarfenomena yang diselidiki. Sedangkan menurut Sugiyono (2005) menyatakan bahwa metode deskriptif adalah suatu metode yang digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis suatu hasil penelitian tetapi tidak digunakan untuk membuat kesimpulan yang lebih luas. Menurut Whitney (1960), metode deskriptif adalah pencarian fakta dengan interpretasi yang tepat.
3.3     Pengumpulan data
              Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, diantaranya dengan Penelitian Lapangan (Field Research), teknik yang dapat digunakan diantaranya, adalah :
a.      Wawancara (Interview), yaitu merupakan salah satu metode pengumpulan   berita, data dan fakta. Wawancara bertujuan menggali informasi, komentar, opini, fakta, atau data tentang suatu masalah atau peristiwa dengan mengajukan pertanyaan kepada narasumber atau orang yang diwawancarai (interview).
b.      Observasi, yaitu mengadakan pengamatan terhadap objek penelitian dengan melakukan pencatatan terhadap fenomena yang ada di lapangan.
            Penelitian pustaka (Library Research), pengumpulan data yang dilakakun dengan cara membaca, mempelajari dan mengutip dari buku literature, majalah, serta sumber-sumber lain yang berhubungan erat dengan penulisan ini, seperti :
a.      Dokumentasi, yaitu dengan mengumpulkan data-data dan fakta-fakta yang ontentik, dan tulisan-tulisan yang berhubungan seperti buku, jurnal dan lain-lain.
b.      Kajian pustaka, penelitian ini dilakukan dengan cara mempelajari dari mengumpulkan data melalui literature dan sumber bacaan yang relevan dan mendukung penelitian. Dalam hal ini penelitian kepustakaan dilakukan dengan membaca buku-buku, literature serta tulisan yang berkaitan  dengan masalahyangdibahas(http//teknik+pengumpulan+data+kualitatif+dan+kuantitatif+field+research).
3.4  Teknik Analisis Data
Analisis data adalah proses penyederhanaan data kedalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan dipersentasikan (Singarimbun,1995:263). Penelitian ini bersifat deskriptif, yaitu penelitian yang memberikan gambaran mengenai situasi-situasi atau kejadian-kejadian . Analisis data dalam penelitian ini berlangsung bersamaan dengan proses pengumpulan data. Diantaranya meliputi tiga jalur, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Ada 3 proses analisis data kualitatif menurut Mathew B Miles dan Michael Huberman (Patilima, 2005) yaitu :
1.      Reduksi data
Reduksi data merupakan proses merangkum data, penyederhanaan dengan memfokuskan data sesuai dengan topik dan judul penelitian. Karena begitu banyaknya data yang diperoleh di lapangan sehingga perlu dianalisis dan dirangkum agar memberi gambaran yang jelas dan mempermudah peneliti dalam mengumpulkan data.
2.      Penyajian data
Setelah mereduksi data, maka proses selanjutnya yaitu penyajian data, yaitu kumpulan informasi tersusun yang memberi kemungkinan adanya penga
mbilan tindakan dan penarikan kesimpulan. Dalam penelitian kualitatif, data disajikan secara deskriptif dan tidak berbentuk tabel.
3.      Penarikan kesimpulan
Merupakan proses akhir dalam menganalisis data. Penarikan kesimpulan yaitu penarikan arti data yang ditampilkan. Pemberian makna harus sejauh pemahaman peneliti dan interpretasi yang dibuat (Idris, 2009 : 150).


BAB 4. PEMBAHASAN DAN PENUTUP

5.1. Pembahasan
Sebelum melakukan analisis terhadap hasil penelitian, ada baiknya dikemukakan karakteristik subjek penelitian yang didapat dari lokasi penelitian, berupa data primer dan dianggap ada kaitannya dengan penelitian yaitu, jabatan dan usia.
a.      Jabatan
Setiap pegawai di Instansi Dinas Pendidikan memiliki jabatan dan status yang berbeda-beda. Setiap pegawai negeri sipil memiliki jabatan seperti: kepala bidang kepala seksi, dan staff. Selain itu juga, pegawai honorer juga ada di instansi ini. Adapun karakteristik subjek penelitian berdasarkan jabatan dapat dilihat pada table berikut :
Tabel.5.1
Jabatan subjek penelitian
Jabatan
Jumlah
Persentasi
PNS
270
76.9
Honorer
 61
17.3
Kepala Bagian
   5
1.42
Kepala Seksi
 15
4.27
Total
  351
100
Sumber : data Primer
Dari jumlah yang ada, terlihat bahwa jumlah PNS (pegawai negeri sipil) sekitar 270 orang pegawai atau sekitar 76,9 persen. Hal ini jelas terlihat jauh berbeda dengan angka pegawai honorer yang hanya sekitar 61 orang atau 17,3 persen. Kepala seksi pada instansi ini juga terlihat jauh lebih bannyak dari pada kepala bidang. Untuk kepala seksi saja pegawai  sekitar 15 orang atau 4,27 persen. Semenntara unntuk kepala bagian hanya 5 oarng atau 1,42 persen. hal ini jelas terlihat jika dominan pegawai negeri sipil jauh lebih banyak dari pada honorer dan kepala seksi lebih banyak dari pada kelapa bidang. Dimana diketahui pada instansi ini, jika dilihat dari jumlah pegawai dapat dikatakan produktifitas innstansi sudah cukup memadai dengann banyaknya jumlah pegawai ditambah jumlah pegawai honorer. Jelas intensitas kesibukan bagi para pegawai terbatas jika pekerjaan mereka dibantu oleh tenaga honorer, sehingga memungkinkan bagi pegawai sebagian memiliki pekerjaan, sebagian lagi tidak. Dan hal ini membuat pegawai yang memiliki waktu luang lebih senang menghabiskan waktu untuk bermain handphone.  
b.                    Usia
Dilihat dari keadaan usia pegawai di instansi ini, dapat dilihat pada table berikut :
Tabel.5.2
Usia Subjek Penelitian
Usia
Jumlah
Persentase
21-25 tahun
25
7.5
26-30 tahun
50
15.1
31-35 tahun
70
21.4
36-40 tahun
71
21.4
41-45 tahun
65
19.6
45-55 Tahun
50
15.1
Total
331
100
Sumber : Data  primer
            Dari jumlah yang ada, terlihat bahwa usia antara 36-40 tahun atau sekitar 21.4 persen hamper sama dengan jumlah usia 31-35 tahun yaitu 70 orang atau 21.4 persen. usia muda juga ada di instansi ini, yaitu usia dari 21-25 tahun yaitu sekita 25 oranng atau 7.5 persen. berbeda jauh dengan usia 26-30 tahun yaitu sekitar 50 orang atau 15.1 persen. usia 41-45 sekitar 65 orang atau 19.6 persen dan terakhir pada usia mau pensiun yaitu  45-55 tahun terdiri dari 50 orang atau 15.1 persen. hal ini jelas terlihat bahwa produktifitas pekerja yang usia  lebih muda jauh lebih banyak dari pada usia tua. Dan tidak mennutup kemungkinan jika yang usianya lebih muda lebih produktif juga dalam menggunakan aplikasi instagram atau sosial media.
c.                          Analisis Dampak Komunikasi bagi pengguna Media Sosial Instagram

Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia. Instagram adalah salah satu media sosial yang sedang menjadi favorit dikalangan masyarakat, termasuk di dunia pekerja. Setiap pegawai atau karyawan terkadang suka menjadikan media sosial instagram menjadi tempat mereka berbagi atau mempublikasikan dunia pekerjaan mereka.
Peneliti dalam hal ini telah mewawancarai beberapa pegawai dampak komunikasi dan perubahan sosial instagram bagi kehidupan pegawai di instansi dinas pendidikan.  Peneliti tidak akan menjelaskan keseluruhan dari jawaban pegawai, hal ini dikarenakan dari hasil wawancara ada beberapa jawaban yang sama. Sehingga membuat peneliti memilih jawaban yang menurut peniliti lebih tepat, singkat dan padat dan untuk jawaban yang sama, peneliti tidak mempublikasikan secara keseluruhan tetapi hanya memilih satu saja dan peneliti anggap itu sudah mewakili jawaban dari yang lainnya.  Berikut pertanyaan beserta jawaban dari para pegawai di instansi dinas pendidikan :
1.             Apakah Bapak/Ibu memiliki media sosial atau aplikasi Instagram, dan sudah berapa lama menggunakannya?
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari informan dan pengamatan yang dilakukan dilokasi penelitian, para informan yang terdiri dari 3 orang pegawai dan 2 orang pegawai honorer,  diantaranya memiliki jawaban berbeda-beda. Jawaban 2 orang pegawai dengan jabatan kepala seksi megatakan dan memiliki perbedaan jawaban, yaitu:
“ jika sudah 4 tahun menggunakan aplikasi instagram”
Salah seorang staff bagian umum mengatakan:
“jika sudah 6 tahun lebih menggunakan instagram”
Selain itu juga pendapat berbeda diberikan kepada seorang pegawai negeri sipil memberikan jawaban dengan tidak memberikan kepastian berapa tahun menggunakan aplikasi instagram:
            iya ada.. sudah lama sekali”
Pendapat berbeda juga dikatakan oleh 2 orang pegawai  honorer, salah seorang mengatakan:
”jika sudah 2 tahun menggunakan instagram”
Berbeda dengan seorang lelaki hitam tinggi, yang mengatakan
”saya punya sosial media instagram sejak tahun 2008, kira-kira sudah 10 tahun”.
Dengan demikian, dapat dikatakan jika media sosial Instagram sudah dikenal dan sudah banyak yang memiliki aplikasi tersebut di gudget mereka. Hal ini terbukti ketika melakukan  wawancara, informan juga ada yang sibuk bermain instagram dan membalas komentar teman-teman yang ada di instagram tersebut. Bukan hanya itu saja, bahkan ada yang hingga 10 tahun menggunakan aplikasi tersebut. Jelas terbukti jika bukan hanya di kalangan masyarakat, pelajar, dan mahasiswa saja instagram dikenal oleh masyarakat. Tetapi juga dikalangan pegawai instansi pemerintahan juga, instagram diminati.
1.      Apakah bapak/ibu ketahui tentang media sosial instagram, dan dari mana bapak/ibu mengetahui  aplikasi instagram?
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari informan dan pengamatan yang dilakukan dilokasi penelitian, para informan diantaranya memiliki jawaban berbeda-beda,  yaitu:
      “iya, saya tau, instagram saya ketahui dari artikel di internet”.
Berbeda jawaban dengan seorang staff pegawai, wanita berkacamata ini mengatakan:
“media untuk berbagai  foto dan video, saya mengetahui instagram dari teman”.

Ada juga yang mengatakan jika mengetahui instagram dari
            “ iya tau instagram dari berbagai sumber”.
Pendapat berbeda juga disampaikan oleh wanita berhijab syar”i, dia  mengatakan:
“Instagram merupakan aplikasi untuk berbagai  foto, video, dan membagikannya ke jejaringan sosial lainnya, termasuk instagram itu sendiri. Awal saya mengetahuinya dari seorang teman”.

Dari beberapa jawaban informan, diketahui bahwa mereka tidak sulit mendapatkan informasi tentang instagram. Ada yang mengatakan dari berbagai sumber, dari teman bahkan informasi dari internet sendiripun sudah memberikan pengetahuan tentang apa itu instagram dan apa manfaatnya dan kegunaannya bagi setiap orang. Hal ini berarti, instagram begitu banyak diminati khususnya oleh setiap pegawai. Hal ini terbukti dari banyaknya orang mengetahui manfaat dari menggunakan instagram.
2.      Sejauh mana keaktifan bapak/ibu dalam menggunakan instagram ketika bapak/ibu berada di lingkungan pekerjaan?
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari informan dan pengamatan yang dilakukan dilokasi penelitian, para informan memiliki perbedaan jawaban, yaitu:
Menurut salah seorang kepala seksi mengatakan :
“Pada waktu istirahat saja menggunakan aplikasi instagram untuk refreshing fikiran”.
Pendapat lain dikatakan oleh staff bagian umum:
“saya jarang menggunakan instagram”
Pendapat lain juga dikatakan oleh staff honnorer bagian kepegawaian:
“tidak terlalu aktif, saya bukanya pada saat jam istirahat saja”.
Seorang wanita staff honorer mengatakan :
“saya aktif selalu dengan instagram saya”.
            Dari penjelasan informan di atas, dapat diketahui jika hanpir sebagian pegawai di sini dapat mengimbangi waktu untuk menggunakan aplikasi instagram di sela-sela kesibukannya. Walau sebagian menganggap aktif selalu dalam menggukan aplikasi instagram, hal tersebut belum tentu memperlihatkan bahwa seseorang tersebut juga menunjukkan dan mempublikasikan segala sesuatunya ketika sedang dalam bekerja. Bisa jadi, mereka hanya ingin melihat updatean atau foto-foto orang lain yang ada di instagram. Dengan demikian, tidak semua orang selalu aktif dalam menggunakan aplikasi instagram, apalagi dijam-jam kerja.
3.      Menurut bapak/ibu adakah manfaat dari penggunaan instagram?jika iya atau tidak mohon agar dijelaskan!
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari informan dan pengamatan yang dilakukan dilokasi penelitian, para informan memiliki perbedaan jawaban, yaitu:
Seorang staff IT mengatakan :
“ada manfaatnya, sebagai sarana promosi dan mendapatkan info tentang teman juga mengetahui kabar atau info terkini”.

Pendapat lain juga dikatakan oleh kepala bidang :
“iya ada, walaupun tidak terlalu signifikan tapi kadang banyak informasi penting tentang kejadian disekitar yang bisa kita peroleh dari instagram, tidak semua yang ada di instagram soal selfie dan pamer makanan saja”.

Pendapat lain juga disampaikan oleh seorang wanita dari bagian keuangan:
“iya, sering sekali bertemu teman-teman lama di sosial media, apalagi teman-teman yang sudah lama terputus komunikasinya, melalui media sosial bisa menyambung kembali tali silaturahmi dan tidak jarang bertemu teman-teman baru melalui sosial media.”

Dari penjelasan informan di atas jelas jika banyak manfaat dari menggunakan apikasi instagram. Selain untuk bertemu dengan teman lama atau baru, instagram juga sebagai wadah untuk mendapatkan informasi yang sedang terjadi. Selain itu juga sebagai wadah untuk mempromosikan jualan atau sesuatu yang dapat dijual. Sehingga orang lain dapat mengetahui dan berniat untuk membeli. Bukan hanya itu saja, bagi sebagian orang juga sebagai tempat untuk mereka kesulitan mencari sesuatu dan berniat membelinya, sukup hanya dengan melihat instagram saja sudah tahu  dimana ada dijual barang-barang yag ingin kita beli. Ini merupakan suatu keuntungan ketika memiliki aplikasi instagram.
4.      Apakah bapak/ibu bersedia membalas komentar orang, ketika bapak/ibu memposting sebuah berita, kejadian dalam aplikasi instagram bapak/ibu?
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari informan dan pengamatan yang dilakukan dilokasi penelitian, para informan memiliki perbedaan jawaban, yaitu:
      “iya, bersedia. Selagi komentarnya cocok untuk dibalas”.
Jawaban berbeda disampaikan oleh seorang pegawai bidang kepegawaian :
“bersedia, namun hanya dari orang yang benar-benar saya kenal, jika tidak maka saya abaikan”.

Dari penjelasan di atas dan beberapa jawaban yang peneliti terima menjawab bersedia membalas. Baik yang mereka kenal maupun tidak kenal. Tujuan membalas pesan instagram ini sendiri adalah untuk melihat keaktifan komunikasi yang dilakukan oleh setiap orang yang ada di instagram tersebut, bagaiman komunikasi yang satu dengan lainnya. Bagaimana menjalin silaturahmi dan mengenal orang-orang baru yang sebelumnya belum dikenal. Hal ini tentunya berdampak baik bagi pemilik instagram tersebut, di mana komunikasi akan tetap terjadi ketika ada seseorang yang merespon instagram responden.
5.      Adakah dampak dari penggunaan aplikasi instagram yang merubah gaya hidup, maupun perubahan sosial bapak/ibu? Misal, ingin update selalu agar orang-orang mengetahui apa yang bapak/ibu lakukan. Melihat gaya kehidupan   seseorang di akun instagram membuat bapak/ibu ingin mengikuti juga gaya hidupp orang tersebut. Jika bapak/ibu pernah mengalaminya, mohon agar dijelaskan!
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari informan dan pengamatan yang dilakukan dilokasi penelitian, para informan yang terdiri dari 2 orang pegawai dan 2 orang pegawai honorer,  diantaranya memiliki jawaban berbeda-beda. Jawaban 2 orang pegawai dengan jabatan kepala seksi megatakan dan memiliki perbedaan jawaban, yaitu:
“tidak ada, kadang saya hanya memposting tentang kejadian yang biasa terjadi di sekitar saya, ataupun yang biasa saya lakukan saja”.

Ada juga yang mengatakan :

“dulu sempat tertarik kalau mengupdate setiap berada di tempat baru, tapi lamban laun sadar tidak ada gunanya.”

            Berbeda dengan 2 staff honorer yang mengatakan :
yah pastinya berpengaruhlah , namanya kita melihat fashion yang terbaru jadi ada rasa ingin untuk mengikutinya”.
Pendapat lain juga disampaikan oleh rekan sesame honorer :
“tidak merubah gaya hidup saya”.
            Dari penjelasan di atas beberapa orang mengatakan jelas berpengaruh dampaknya terhadap dirinya sendiri. Tetapi juga ada yang mengatakan jika tidak memberikan pengaruh terhadap gaya hidupnya sehari-hari. Jelas terlihat jika ketika segala Sesuatu yang dipublikasikan membawa perubahan yang tidak baik, maka ada baiknya untuk tidak mengikuti perubahan tersebut. Akan tetapi jika hal tersebut baik untuk diri kita ada baiknya untuk diikuti dengan tidak merubah apapun yang ada dalam diri kita sendiri. Karena sejatinya yang mengetahui baik dan buruk sesuatu yang akan kita contoh itu adalah diri kita sendiri.
6.      Jika kita lihat banyak orang yang menyalahgunakan Instagram sebagai alat media sosial. Kebanyak orang menggunakannya bahkan untuk hal-hal negative, memprovokatorin orang-orang di dalamnya dengan alibi rasa nasionalisme, berjualan via online (yang benar dan tidak benar/tipuan), dan lain sebagainya yang membuat kita sebagai penggunanya juga terkadang tidak  nyaman dan ingin membeli barang-barang yang ditawarkan melalui media online tersebut akan tetapi khawatir ditipu. Jika, bapak/ibu melihat hal tersebut, mohon agar dijelaskan pendapatnya mengenai hal-hal negative yang ada di instagram, dari sisi atau sudut pandang bapak/ibu sebagai pengguna instagram.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari informan dan pengamatan yang dilakukan dilokasi penelitian, para informan memiliki perbedaan jawaban, yaitu:
“Menurut kepala bagian umum mengatakan : “kita harus lebih teliti dan memilih lagi mana yang baik dan buruk. Intinya jangan mengambil keputusan terlalu cepat”.
Pendapat berbeda disampaikan oleh  seorang wanita dari bagian umum:
“lumayan banyak juga hal negatifnya, tetapi kembali pada individunya  masing-masing untuk menyaring hal yang negative dan positifnya”.

Selain itu juga, pendapat lain dijelaskan oleh seorang laki-laki dari bagian IT:
“ belakangan ini banyak kejadian seperti itu, banyak berita ataupun opini yang disebar di instagram hanya untuk kepentingan tertentu. Tentu saja hal ini sangan mengganggu. Seharusnya ada kebijakan juga dari pihak instagram untuk menfilter atau merespon akun-akun yang direport oleh kebanyakan user. Tidak lambat respon seperti sekarang ini. Di sisi lain kita sebagai user harus lebih pintar melihat konten yang disebar di instagram. Jika itu berupa berita atau opini harap dicek sumber dan kebenarannnya. Jangan diterima langsung saja. Untuk akun-akun jualan juga harap sicek komen dan rekomendasinya jika mencurigakan lebih baik direport saja atau dibloc.



Pendapat lain juga diperoleh dari seorang pegawai.
“mengnai hal-hal negative di  instagramitu sebanarnya tergantung/kembali kepada pengguna instagram itu sendiri. Kita sendiri yang mengarahkan instagram itu kita gunakan untuk hal-hal yang positif atau negative. Negativenya pasti banyak, seperti online shop yang kadang menjual barang yang tidak sesuai dngan fotonya, dan saya pernah mengalaminya. Nah kembali kita menyikaapi sisi negative dari instagram, tentunya hal-hal seperti itu bisa dijadikan pembelajaran agar lebih hati-hati memilih online shop. Dan semoga kita tidak termasuk orang/pengguna instagram dalam sisi negative.

Dari penjelasan di atas, jelas terlihat jika pegawai di instansi pemerintahan dinas pendidikan sangan selektif dan hati-hati dalam mneggunakan aplikasi instagram. Di mana jika kita tidak dengan benar-benar menggunakan aplikasi instgaram, akibatnnya diri kita sendiri yang menerima akibatnya. Baik dan buruk dalam penggunaannya tergantung dari diri kita sendiri. Hal lain juga yang sering terjadi dalam menggunakan instagram adalah penjualan online yang kadang tidak sesuai dengan apa yang dipromosikan dalam instagram. Hal ini tentunya memberikan dampak postif dan negative bagi yang melihat dan orang yang ingin membeli produk melalui instagram. Hal ini tentunya mengajarkan kita untuk selalu berhati-hati dalam membeli produk yang ada di instagram, mengajarkan kita untuk melihat mana yang baik dan tidak untuk dicontoh dalam instagram. Tujuannya agar kita tidak terjebak dalam hal-hal negative atau yang tidak baik.
5.2. Kesimpulan dan Saran

Penelitian yang dilakukan ini menggambarkan lebih dalam tentang dampak komunikasi dan perubahan sosial bagi pengguna instagram. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat dikemukakan beberapa kesimpulan dan saran sebagai berikut :
a.                                      Kesimpulan
1.        Dampak instagram dari segi komunikasi, memberikan informan atau penggunanya menemukan orang-orang baru sehingga komunikasipun terjalin dengan baik, bahkan ketika tidak saling mengenalpun, para pengguna instagram dapat dengan mudah melakukan komunikasi.
2.                  Dampak perubahan sosial instagram tidak terlalu serius dan signifikan, dimana perubahan-perubahan itu sendiri tidak membuat perubahan pada pengguna aplikasi tersebut. Selain itu, Perubahan-perubahan yang terjadi prosesnya bisa saja berlangsung secara cepat ataupun lambat, berpengaruh secara luas ataupun terbatas dan juga perubahan-perubahan tersebut terkadang terlihat sangat menonjol ataupun malah tidak menampakkan perubahan sama sekali.
3.                  Instagram, suatu media yang merupakan sebuah aplikasi berbagi foto dan video yang memungkinkan pengguna mengambil foto, mengambil video, menerapkan filter digital, dan membagikannya ke berbagai layanan jejaring sosial, termasuk milik Instagram sendiri. Tentunya memberikan dampak positif ataupun negative bagi penggunanya ataupun orang-orang yang terlibat didalam instagram.
b.                                      Saran
1.                        Meskipun  dengan orang baru kita melakukan komunikasi, tetap harus dijaga, mengapa karena penggunaaan bahasa dalam media sosial juga perlu diperhatikan. Mengingat banyak terjadi salah paham diakibatkan penggunaan bahasa yang kurang baik.
2.                        Aplikasi instagram yang bisa berdampak memberikan perubahan sosial terhadap seseorang membuat penggunanya harus bisa lebih bijak lagi menggunakan instagram. Seandainya perubahan sosial itu dapat memberikan dampak positfpun tidak menjadi masalah jika sebagai penggunanya mengikuti perubahan sosial tersebut.
3.                       Dibutuhkan pemahaman dan sosialisasi tentang menggunakan dan memanfaatkan media sosial. Jangan sampai merugikan kita sebagai penggunanya. Hal positif dan negative dalam menggunakan aplikasi instagram  juga perlu diperhatikan baik bagi pengguna maupun dari pihak pengelola aplikasi instagram.

DAFTAR PUSTAKA

BandungMulyana, Deddy.2002. Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Cangara, Havied,2002.Pengantar Ilmu Komunikas.Gramedia Widisarana,Jakarta
Liliweri Alo, 1991, Komunikasi Antar Pribadi, Citra Aditya Bhakti,
Onong U. Effendy, 2003, Ilmu, Teori & Filsafat Komunikasi, Bandung,
Citra Aditya Bakti.
Singarimbun Masri,1995,Metode Penelitian Survey.LP3ES, Jakarta
----------------------- 2004,Dinamika Komunikasi,  Remaja  Rosdakarya,Bandung.
Sugiono. 2007. Memahami Penelitian Kualitatif, Bandung. Alfabeta.
Suranto Aw. 2011. Komunikasi Interpersonal. Edisi Pertama:
Graha Ilmu, Yogyakarta.
Uno B Hamzah & Nina Lamatengngo, 2011. Teknologi komunikasi dan informasi pembelajaran. Jakarta:PT. Buni Aksara

Widjaja. W. A., 1986, Komunikasi: dan Hubungan Masyarakat,
 Bina  Aksara,Jakarta.

West Richard & Turner. Lynn H,2011.Pengantar Teori Komunikasi Analisis
 dan Aplikasi,Salemba Humanika,Jakarta.

 (http://ananur.woordpress.com/2010/07/08/analisis-data-kualitatif) diambil pada tanggal 8 agustus 2016, Pukul 21.00 WIB
www.eurekapendidikan.com/2014/10/membangun-komunikasi-antara-guru-dan.html, diambil pada tanggal 1 November 2016, pukul 20.00 WIB.
(www. http://pengayaan.com/20-pengertian-perubahan-sosial-menurut-para-ahli), diambil pada tanggal 30 Maret 2017, pukul 20.00 WIB.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

sejarah dan mengapa berkomunikasi

KETERLIBATAN RADIO REPUBLIK INDONESIA (RRI) MEDAN DALAM MEWUJUDKAN PARTISIPASI PEREMPUAN SEBAGAI PENYIAR DAN REPORTER DALAM PROGRAM PENYIARAN