Dampak Komunikasi
DAMPAK KOMUNIKASI DAN PERUBAHAN SOSIAL
BAGI PENGGUNA INSTAGRAM
(Studi Deskriptif Kualitatif bagi pengguna
Media Sosial Instagram di Instansi Dinas Pendidikan Sumatera Utara)
PENYUSUN
MUYA SYAROH IWANDA LBS, M.I.Kom / 0119018702
BAB I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang masalah
Komunikasi merupakan
suatu hal yang paling penting dan merupakan aspek yang paling kompleks dalam
hubungan kehidupan manusia. Kehidupan kita sehari-hari sangat kuat dipengaruhi
oleh komunikasi kita dengan orang lain maupun pesan-pesan yang kita terima dari
orang lain yang bahkan tidak kita kenal baik yang sudah hidup maupun yang sudah
mati, dan juga komunikator yang dekat maupun yang jau jaraknya. Karena itu,
komuikasi sangat vital untuk klehidupan kita, maka sudah sepatutnya komunikasi
mendapat perhatian yang sungguh-sungguh.
Komunikasi ketika
berada dalam sebuah media, katakanlah sebuah media social memiliki pandangan
yang berbeda-beda bagi setiap pembacanya. Terkadang ketika kita salah menulis
pesan lewat media social berakibat timbulnya perbedaan pendapat, persepsi setiap
orang. Bukan hanya itu, dari komunikasi juga, kita dapat melihat dan menilai
kepribadian seseorang tersebut. Dari cara berbicara, penggunaan bahasa,
pemikiran-pemikiran yang disampaikan oleh seseorang lewat media sosial, bahkan
dapat menimbulkan perubahan sosial bagi seseorang.
Selain komunikasi yang
termaksud mengikuti perkembangan zaman, dengan adanya istilah-istilah bahasa
gaul atau kalimat-kalimat baru yang bermunculan di tengah masyarakat,
komunikasi juga dapat membawa perubahan sosial bagi seseorang. Hal ini,
tentunya didukung dengan adanya penemuan-penemuan baru dalam dunia maya atau
media sosial. Dan yang sekarang ini sedang banyak digemari oleh seluruh
masyarakat Indonesia baik yang muda maupun yang tua adalah Instagram. Instagram
adalah salah satu aplikasi di dalam media sosial. Instagram. Yaitu
sebagai media untuk membuat foto dan mengirimkannya dalam waktu yang sangat
cepat. Tujuan tersebut sangat dimungkinkan oleh teknologi internet yang menjadi
basis aktivitas dari media sosial ini. Banyak orang juga mengatakan jika instagram
adalah sosial media paling penuh dengan kebohongan dan pencitraan.
Peneliti menjadikan media sosial instagram sebagai objek dalam penelitian
dikarenakan, instagram memiliki peran penting dalam kehidupan
seseoarang saat ini. Baik secara komunikasi, maupun perubahan sosial yang
membuat seseorang berubah, hal ini dikarenakan seseorang akan berlomba-lomba
untuk menginformasikan kepada siapa saja. yang
memiliki media sosial instagram tersebut. Mereka hampir rata-rata ingin
menunjukkan apa saja yang ada dalam hidup mereka lewat sebuah foto, dan video.
pengguna
Instagram akan berlomba-lomba untuk mengepos foto-foto atau video yang paling
keren di antara pengguna yang lain. Entah mengepos foto dengan foto selfie paling bening dan cantik, foto
dengan barang-barang branded yang nggak semua orang bisa memiliki, foto dengan outfit-outfit keren, foto diri dengan body killer, atau foto-foto di
tempat-tempat keren seperti cafe mahal, tempat wisata yang bagus dan langka,
hingga trend-trend yang lain. Lama-kelamaan fokus orang adalah bukan sharing
moment tapi justru unjuk aktualisasi diri bahwa ‘aku lho yang paling keren’.
Pengguna
Instagram dengan foto-foto keren akan menempati kasta tertinggi sebagai selebgram.
Dan keberadaan selebgram ini juga semakin memotivasi pengguna lain untuk
semakin membuat pencitraan hingga akhirnya menjadi selebgram juga. Hal inilah
yang mengakibatkan perubahan sosial dalam diri seseorang yang juga ingin
menyerupai dan mengikuti penggemarnya atau seseorang yang dilihatnya dalam
instagram. Dan benar jika perilaku sosial sekarang penuh dengan narsistik yang
tinggi. Bukan narsis yang sedikit-sedikit selfie, tapi narsis yang ‘segala
sesuatu yang terjadi ataupun dilakukan harus dilihat dan diketahui orang lain’.
Memperhatikan
komunikasi juga dibutuhkan dalam melakukan komunikasi dengan orang lain lewat
media sosial instagram, bukan hanya itu saja, perubahan sosial yang tidak
memaksa kita untuk mengikuti segala sesuatunya juga harus diperhatikan sesuai
kemampuan kita. Maka dari itu, peneliti melakukan penelitian dengan judul KOMUNIKASI DAN PERUBAHAN SOSIAL BAGI PENGGUNA INSTAGRAM (Studi Deskriptif Kualitatif bagi
pengguna Media Sosial Instagram di Instansi Dinas Pendidikan Sumatera Utara)
1.2.Hal-hal yang melandasi perlunya penelitian
Peradaban
manusia telah mengalami kemajuan sampai sekarang. Selama kemajuan itu,
berkembang juga globalisasi di segala
aspek kehidupan masyarakat. Seiring berkembangnya zaman, teknologi dan ilmu pengetahuan semakin tumbuh
berkembang. Majunya teknologi dan arus informasi membuat
masyarakat Indonesia lebih terbuka pada pengetahuan global. Tidak bisa
dipungkiri lagi perkembangan media ikut juga berperan aktif dalam perubahan
gaya
hidup
seseorang baik media elektronik, cetak maupun online. Media online khususnya
seperti media sosial yang akhir-akhir ini semakin maju dan berkembang
menawarkan berbagai kemudahan dalam penyabaran informasi yang dapat diakses
oleh semua khalangan. Informasi dalam
bentuk apapun dapat disebarluaskan dengan mudah dan cepat sehingga mempengaruhi
cara pandang, gaya hidup, serta budaya suatu bangsa. Pada
sejatinya media massa merupakan salah satu bentuk kemajuan teknologi informasi
dan komunikasi yang paling diminati oleh anak muda pada saat ini. Namun media
sosial lebih banyak diminati oleh kalangan anak muda yang sejatinya lebih mampu
dan up to date terhadap perkembangan
teknologi dan internet. Dan instagram adalah satu-satunya media yang memiliki
peran penting dan menjadi kebutuhan dikalangan masyarakat. Tidak kenal usia, tempat dan waktu setiap
orang berlomba-lomba ingin menunjukkan dan memperlihatkan kepada khalayak
kehidupan antara satu orang dengan yang lainnya. Adapaun tujuan dari penelitian
ini adalah agar seluruh pegawai di instansi pemerintahan Dinas Pendidikan yang sudah mengetahui instagram memiliki
kesadaran untuk menggunakannya secara baik dari segi mengontrol cara berbicara, sikap dan perilaku
mereka ketika menggunakkan instagram sebagai sarana komunikasi. Tujuannya, agar
tidak terjadi kesalahan penafsiran, persepsi diantara satu orang dengan lainnya. Disamping
itu juga, perlu diketahui agar pengguna instagram juga tdak mudah terpengaruh
oleh perubahan-perubahan khususnya perubahan sosial yang nantinya dapat
merugikan pengguna lainnya. Misalnya, ketika kita melihat seseorang berpakaian,
bergaya dan menunjukkan kemewahan dalam hidupnya bisa jadi seseorang akan
tergoda dan ingin berbuat yang sama juga.
1.3. Rumusan Masalah
Yang menjadi rumusan masalah dalam
penelitian ini adalah:
a.
Bagaimana komunikasi pengguna instagram
pada pegawai di Instansi Dinas Pendidikan Propinsi Sumatera Utara?
- Bagaimana
perubahan sosial yang ditimbulkan pengguna instagram pada pegawai di
instansi Dinas Pendidikan Propinsi Sumatera Utara?
1.4.Pengujian Hipotesis
Uji Hipotesis adalah metode pengambilan
keputusan yang didasarkan dari analisis data, baik dari percobaan yang
terkontrol, maupun dari observasi (tidak
terkontrol). Dalam hal ini juga, peneliti ingin melihat apakah penelitian
tentang instagram berdampak baik atau buruk kepada orang lain dalam hal merubah
gaya hidup dan komunikasi pengguna instagram. Melihat seberapa besar keinginan
dan ekstensitas karyawan dalam menggunakan instagram sehari-hari di lingkungan
kantor.
1.5.Tujuan Penelitian
a. Untuk
mengetahui alat ukur komunikasi pengguna instagram bagi pegawai di Instansi
Dinas Pendidikan Propinsi Sumatera Utara.
b. Untuk
mengetahui perubahan sosial pengguna instagram di instansi Dinas Pendidikan
Sumatera Utara.
c. Untuk
mengetahui seberapa besar ekstensitas pegawai menggunakan instagram selama jam
kerja di instansi Dinas Pendidikan Propinsi Sumatera Utara.
Tabel 14.1 Rencana
Target Capaian
No
|
Jenis
luaran
|
Indikator
Capaian
|
|
1
|
Publikasi ilmiah di jurnal ber ISSN
|
Diterbitkan oleh Jurnal
Universitas Dharmawangsa
|
|
2
|
Pemakalah dalam tamu ilmiah
|
Naisonal
Lokal
|
|
3
|
Bahan ajar
|
Diterbitkan ber ISBN
|
|
4
|
Lauran lainnya jika ada (Teknologi
tepat guna), Modeel/purwarupa/desain/karya seni/rekayasa social
|
||
5
|
Tingkat kesiapan Teknologi (TKT)
|
||
BAB
2. TINJAUAN PUSTAKA
2.1.Pengertian Komunikasi
Komunikasi memiliki arti yang penting bagi manusia. Karena
tanpa adanya komunikasi tidak akan terjadi interaksi dan proses saling tukar
pengetahuannya, pendapat, dan pengalaman peradaban, kebudayaan, serta
perkembangan masyarakat dan kemajuan teknologi juga tidak mungkin tercapai
tanpa adanya komunikasi. Komunikasi bergantung pada kemampuan kita untuk
memehami satu sama lain. Walaupun komunikasi kita dapat menjadi ambigu, satu
tujuan utamanya adalah pemahaman.
Istilah Komunikasi berasal dari
bahasa inggris yaitu Communication,
menurut Wilbur Schramm berasal dari kata communis
yang dalam bahasa Indonesia artinya sama. Jadi, jika kita berkomunikasi berarti
kita mengadakan kesamaan. Dalam hal ini kesamaan pengertian satu makna yang disampaikan
oleh seseorang kepada orang lain (Effendy, 2004:11).
Menurut professor Wilbur Schramm dalam Cangara (2004:1)
mengatakan tanpa komunikasi , tidak mungkin terbentuk suatu masyarakat.
Sebaliknya tanpa masyarakat, manusia tidak mungkin dapat mengembangkan
komunikasi. Berkomunikasi dengan baik akan memberi pengaruh langsung terhadap
struktur keseimbangan seseorang dalam masyarakat, apakah ia seorang dokter,
dosen, manajer dan sebagainya.
Analisis Pengertian Komunikasi Dan 5 (Lima) Unsur Komunikasi
Menurut Harold Lasswell Sat. Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses
yang menjelaskan siapa? mengatakan apa? dengan saluran apa? kepada siapa?
dengan akibat atau hasil apa? (who? says what? in which channel? to whom? with
what effect?). (Lasswell :1960).
Setiap
hubungan interaksional mengandung situasi komunikasi. Dan proses komunikasi
yang terjadi berbeda-beda untuk setiap hubungan internasional. Misalnya antara
situasi komunikasi dalam bekerja dengan situasi komunikasi wawancara ata pun
konsultasi, dan lain sebagainya.
Dengan
demikian, maka komunikasi itu pada dasarnya adalah penyampaian dan penerimaan
suatu pesan.Pesan itu dapat berbentuk verbal atau pun nonverbal. Bahkan sering
kali keduanya tercampur, orang dapat menyatakan sesuatu dan disamping itu lebih
menekankan apa yang di katakana itu dengan suatu gerakan tangan; atau orang
menyatakan sesuatu tetapi nada suaranya mengingkari apa yang di katakannya itu.
Pengertian ilmu komunikasi yang dijelaskan oleh Beger dan
Chaffe tersebut memberikan 3 (tiga) pokok pikiran. Pertama, objek pengamatan yang menjadi focus perhatian dalam ilmu
komunikasi adalah produksi, proses dan pengaruh dari sistem-sistem tanda dan
lambang dalam konteks kehidupan manusia. Kedua,
ilmu komunikasi bersifat “ilmiah-empiris” (scientific) dalam arti pokok-pokok
pikiran dalam ilmu komunikasi (dalam bentuk-bentuk teori) harus berlaku umum. Ketiga, ilmu komunikasi menjelaskan
fenomena sosial yang berkaitan dengan produksi, proses dan pengaruh dari
sistem-sistem tanda dan lambang. (Senjaya, 2007: 10).
2.1.1
Fungsi-fungsi
Komunikasi
Komunikasi memberi
peluang bagi kita untuk melakukan sesuatu yang penting dalam kehidupan, oleh
karena itu komunikasi mempunyai fungsi dalam kehidupan seseorang maka, Menurut
Edy Sutrisno ( 2011 : 43-44 ) di bawah ini dijelaskan fungsi-fungsi komunikasi yaitu sebagai berikut :
- Pertumbuhan
individu
Kita
berkembang dan tumbuh melalui komunikasi dengan lingkungan.Makin banyak
pengalaman kita peroleh, makin berkembang kita sebagai manusia.
- Belajar
Erat
hubungannya dengan pertumbuhan adalah proses belajar. Dalam hubungan ini,
belajar berarti pengumpulan informasi sedangkan pertumbuhan mencakup
kepribadian secara keseluruhan.
- Kesadaran
Diri
Kita
sadar akan diri kita terutama berkat komunikasi. Kita mendapatkan informasi dari
orang lain ( langsung atau tidak langsung ) tentang diri kita.
- Integrasi dengan lingkungan
Kita
semua ada dalam suatu dunia yang terdiri dari manusia, ide, ruang/tempat, dan
benda-benda.Dunia yang dimaksud adalah lingkungan perceptual sering pula disebut
kerangka acuan.Untuk hidup dalam dunia perseptual, kita harus mengubah pikiran
dan tingkah laku kita terus-menerus.
Menurut Effendy (2005 :
8) mengatakan komunikasi memiliki beberapa tujuan dan fungsi diantaranya :
a.
Perubahan sikap (attitude change)
b.
Perubahan pendapat (opinion change)
c.
Perubahan perilaku (behavior change)
d.
Perubahan Sosial (social change)
Sedangkan komunikasi mempunyai fungsi sebagai
berikut :
a.
Menyampaikan informasi (to inform)
b.
Mendidik (to educate)
c.
Menghibur (to entertaint)
d.
Mempengaruhi (to influence)
2.1.2
Hambatan-hambatan komunikasi
Faktor hambatan yang
biasanya terjadi dalam proses komunikasi, dapat dibagi dalam 3 jenis sebagai
berikut (Effendy, 2005:60):
- Hambatan
Teknis,
Hambatan jenis ini
timbul karena lingkungan yang memberikan dampak pencegahan terhadap kelancaran
pengiriman dan penerimaan pesan. Dari sisi teknologi, keterbatasan fasilitas
dan peralatan komunikasi, akan semakin berkurang dengan adanya temuan baru di
bidang teknologi komunikasi dan sistim informasi, sehingga saluran komunikasi
dalam media komunikasi dapat diandalkan serta lebih efisien.
- Hambatan
Semantik
Gangguan semantik
menjadi hambatan dalam proses penyampaian pengertian atau idea secara efektif.
Definisi semantik adalah studi atas pengertian, yang diungkapkan lewat bahasa.
Suatu pesan yang kurang jelas, akan tetap menjadi tidak jelas bagaimanapun
baiknya transmisi.
Hambatan semantik dibagi menjadi 3,
diantaranya:
- Salah pengucapan kata atau istilah karena
terlalu cepat berbicara contoh: partisipasi menjadi partisisapi.
- Adanya
perbedaan makna dan pengertian pada kata-kata yang pengucapannya sama.
Contoh: bujang (Sunda: sudah; Sumatera: anak laki-laki).
- Adanya
pengertian konotatif, Contoh: secara denotative, semua setuju bahwa anjing
adalah binatang berbulu, berkaki empat. Sedangkan secara konotatif, banyak
orang menganggap anjing sebagai binatang piaraan yang setia, bersahabat
dan panjang ingatan.
Untuk menghindari
mis-komunikasi semacam ini, seorang komunikator harus memilih kata-kata yang
tepat dan sesuai dengan karakteristik komunikannya, serta melihat dan
mempertimbangkan kemungkinan penafsiran yang berbeda terhadap kata-kata
yangdigunakannya.
- Hambatan
Manusiawi
Hambatan jenis ini
muncul dari masalah-masalah pribadi yang dihadapi oleh orang-orang yang
terlibat dalam komunikasi, baik komunikator maupun komunikan.
2.1.3
Dimensi
komunikasi
Menurut Edy Sutrisno (
2011 : 45-46 ) Proses penyampaian pesan ataupun pertukaran informasi ini
mempunyai berbagai dimensi :
1). Komunikasi Verbal dan Nonverbal
Komunikasi verbal
merupakan suatu proses pertukaran pengertian yang menggunakan kata-kata.
Sedangkan komunikasi Nonverbal merupakan proses penyampaian pesan tanpa
menggunakan kata-kata, seperti ekspresi wajah, gerakan tangan, gerakan tubuh,
dan sebagainya. Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang sering komunikasi verbal
maupun nonverbal. Misalnya orang sedang marah, disamping mengeluarkan kata-kata
keras atau memaki ia juga melotot dan tangannya memukul meja ataupun
menuding-nuding muka orang yang ia marahi.
Setiap orang dapat
menyatakan sesuatu dan di samping itu lebih menekankan apa yang dikatakan itu
dengan suatu gerakan tangan, pdan dapat juga terjadi orang yang menyatakan
sesuatu, tetapi nada suaranya mengingkari apa yang dikatakannya itu.
2). Komunikasi Satu Arah dan Dua Arah
Pada komunikasi seperti
itu, maka yang ditekankan adalah arus pesan. Pada komunnikasi satu arah, pesan
hanya mengalir dari pengirim pesan. Dilain pihak pada komunikasi dua arah pesan
mengalir baik dari pengirim maupun penerima. Di sini secara bergantian pengirim
pesan menjadi penerima dan sebaliknya, pada umumnya komunikasi dua arah
menunjukkan hasil yang lebih baik daripada komunikasi satu arah.
Pada komunikasi dua
arah terjadi diskusi antara pengirim pesan dan penerima pesan sehingga penerima
pesan akan merasa puas karena ia merasa dilibatkan. Sebaliknya, pada komunikasi
satu arah di samping penerima pesan merasa tidak puas, juga paling besar
kemungkinan terjadinya kabar angina atau isu, distorsi pesan. Sebab besar
kemungkinan penerima pesan menafsirkan atau mereka-reka pesan, dilain pihak
pengirim pesan tidak dapat mengendalikan seberapa jauh pesan ditangkap secara
benar oleh penerima pesan.
Komunikasi
satu arah pada umumnya :
(a).
Lebih cepat dan efisien
(b).
Tampak lebih rapi dan beraturan
(c).
Kurang cermat
(d).
Digunakan apabila komunikator ingin agar kesalahan-kesalahannya
tidak
diketahui.
(e).
Apabila ia ingin melindungi kekuasaannya dengan cara
menyalahkan penerima bahwa pesan tidak diterima.
Komunikasi dua arah :
(a).
Lebih lambat tetapi lebih cermat
(b).
Penerima merasa lebih yakin akan dirinya.
(c).
Tampak lebih kacau dan ramai, karena terjadi banyak interupsi,
ungkapan perasaan, permintaan akan
penjelasan, dan sebagainya.
(d).
Komunikator merasa lebih rawan, lebih mudah dikecam karena
penerima dapat melihat kesalahan dan kekhilafan yang terjadi.
2.2
Pengertian Komunikasi Antarpribadi
Menurut (De Vito, 1976 ) Komunikasi antarpribadi merupakan
pengiriman pesan-pesan dari seorang dan diterima oleh orang yang lain, atau
sekelompok orang dengan efek dan umpan balik yang langsung. (Liliweri,1991:12).
Effendy (1986:58) mengemukakan bahwa pada hakikatnya
komunikasi antar pribadi adalah komunikasi antara komunikator dengan seorang
komunikan. Komunikasi jenis ini dianggap paling efektif dalam hal upaya
mengubah sikap, pendapat, atau perilaku seseorang, karena sifatnya yang
dialogis, berupa percakapan. Arus balik bersifat langsung. Komunikator
mengetahui tanggapan. komunikan ketika itu juga pada saat komunikasi
dilancarkan. Komunikator mengetahui pasti apakah komunikasinya itu positif atau
negatif, berhasil atau tidak. Jika tidak, ia dapat memberi kesempatan kepada
komunikan untuk bertanya seluas-luasnya.
Dean C. Barnlund (1968:45) mengemukakan bahwa komunikasi
antar pribadi biasanya dihubungkan dengan pertemuan antara dua orang, atau tiga
orang atau mungkin empat orang yang terjadi sangat spontan dan tidak
berstruktur.
Menurut Arni Muhammad (2002:154) komunikasi antarpribadi
didefinisikan sebagai: “proses pertukaran informasi diantara seseorang dengan paling
kurang seorang lainnya atau biasanya diantara dua orang yang dapat langsung
diketahui baliknya”. Komunikasi antarpribadi bertujuan untuk membentuk hubungan
dengan orang lain. Komunikasi antarpribadi merupakan format komunikasi yang
paling sering dilakukan oleh semua orang dalam hidupnya. Menurut Rogers dalam
Depari (1988:13) komunikasi antar pribadi merupakan komunikasi dari mulut ke
mulut yang terjadi dalam interaksi tatap muka antara beberapa pribadi. Tan
(1981:60) mengemukakan bahwa interpersonal
communication adalah komunikasi tatap muka antara dua orang atau lebih
orang.
Kriteria paling penting bagi keefektifitasan komunikasi
antarpribadi adalah pengaruh yang disampaikan oleh seorang komunkator kepada
seorang komunikan. Yang dimaksud dengan pengaruh bukan berarti pengendalian,
tetapi seorang komunikator mencapai
hasil yang dimaksudkan. Jika komunikator berharap mendapatkan jawaban yang
empatis dan dia memperoleh hal itu sebagai hasil dari interaksinya, maka dia
telah berhasil mempengaruhi orang lain. Karenanya, efek adalah salah satu
elemen komunikasi yang penting untuk mengetahui berhasil atau tidaknya
komunikasi yang diinginkan.
Salah satu tujuan komunikasi antarpribadi adalah membangun
hubungan kepercayaan antara sumber dan sasaran komunikasi. Suatu komunikasi
yang efektif sangat membantu membangun kepercayaanddan hubungan antarpribadi
menambah pengaruh dalam membangun kepercayaan adalah kredibilitas komunikator.
misalnya jika suatu pesan komunikasi dikirim oleh seorang teman mungkin
komunikasi itu tidak dianggap serius, tetapi pesan yang sama akan diterima
dengan lebih serius jika datang dari tingkat yang lebih tinggi.
Komunikasi
Interpersonal merupakan action oriented, ialah suatu tindakan yang
berorientasi pada tujuan tertentu. Tujuan komunikasi interpersonal itu
bermacam-macam, beberapa di antaranya dipaparkan berikut ini.
a.
Mengungkapkan perhatian kepada orang lain
Salah
satu tujuan komunikasi interpersonal adalah untuk mengungkapkan perhatian
kepada orang lain.
b.
Menemukan diri sendiri
Artinya,
seorang melakukan komunikasi interpersonal karena ingin mengetahui dan mengenali karakteristik diri
pribadi berdasarkan informasi dari orang lain.
c.
Menemukan dunia luar
Dengan
komunikasi interpersonal diperoleh kesempatan untuk mendapatkan berbagai
informasi dari orang lain, termasuk informasi penting dan actual.
d.
Membangun dan memelihara hubungan yang harmonis
Sebagai
makhluk sosial, salah satu kebutuhan setiap orang yang paling besar adalah
membentuk dan memelihara hubungan baik dengan orang lain.
e.
Mempengaruhi sikap dan tingkah laku
Komunikasi
interpersonal ialah proses penyampaian suatu pesan oleh seseorang kepada orang
lain untuk memberitahu atau mengubah sikap, pendapat, atau perilaku baik secara
langsung maupun tidak langsung (dengan menggunakan media).
f.
Mencari kesenangan atau sekedar menghabiskan waktu
Ada
kalanya, seseorang melakukan komunikasi interpersonal sekedar mencari
kesenangan atau hiburan.
Liliweri (1997:13) dalam Tamsil (2005:8) menyebutkan beberapa ciri
komunikasi antarpribadi, yaitu:
1. Arus pesan dua arah.
2. Konteks komunikasi
adalah tatap muka.
3. Tingkat umpan balik
yang tinggi.
4. Kemampuan untuk
mengatasi tingkat selektivitas yang tinggi.
5. Kecepatan untuk
menjangkau sasaran yang besar sangat lamban.
6. Efek yang terjadi
antara lain perubahan sikap.
Perlu juga sebelum mendefinisikan komunikasi antarpribadi kita
harus memahami perbedaan komunikasi antarpribadi dan komunikasi non
antarpribadi. Asumsi dasar komunikasi
antarpribadi adalah bahwa setiap orang yang berkomunikasi akan membuat prediksi
pada data psikologis tentang efek atau perilaku komunikasinya, yaitu bagaimana
pihak yang menerima pesan memberikan reaksinya. Jika menurut persepsi
komunikator reaksi komunikan menyenangkan maka ia akan merasa bahwa komunikasinya
telah berhasil.
Setiap berkomunikasi dengan orang lain kita secara tidak langsung
membuat prediksi tentang efek dan prilaku komunikasinya. Menurut Miller ada
tiga tingkatan analisis yang digunakan dalam melakukan prediksi, yaitu: tingkat
kultural, tingkat sosiologis, dan tingkat psikologis. Analisis pada tingkat kultural. Untuk itu kita
seharusnya menyamakan pemahaman dulu tentang konsep kultur atau budaya.
Dari beberapa uraian diatas
berdasarkan ciri dan perbedaan komunikasi antarpribadi dan non-antarpribadi
maka penulis berusaha mencirikan komunikasi antarpribadi sebagai berikut:(arpanbidibar.blogspot.com/2011/06/pengertian-komunikasi-antarpribadi.html).
1. Prediksi
pada tataran psikologis
2. Konteks
komunikasi adalah tatap muka
3. Terjadi
pada ruang lingkup individu yang sempit (sedikit orang)
4. Norma
yang berlaku cenderung relational
5. Arus
pesan dua arah
6. Komunikasi
antarpribadi adalah verbal dan non-verbal.
7. komunikasi
antarpribadi saling mempengaruhi dan mengubah
Dari uraian serta rangkuman ciri dari komunikasi antarpribadi,
penulis mendefinisikan komunikasi antarpribadi sebagai sebuah interaksi tatap
muka secara verbal dan non-verbal pada tataran psikologis antara individu yang
satu dengan individu yang lain, yang memiliki norma relational berdasarkan
kesepakatan individu-individu tersebut, dimana arus pesan terjadi dari dua arah
secara aktif serta saling mempengaruhi dan mengubah satu sama lain.
Tatap muka, penulis memaknai pengertian yang diberikan Deddy
Mulyana dalam bukunya penganta ilmu komunikasi sebagaimana tatap muka mempunyai
sebuah efek lebih kepada individu yang melakuakan aktifitas
kumunikasi. Serta lebih kepada penekanan analisa apa yang dikatakan dan
bagaimana cara mengatakannya.
2.3.
Pengertian
Komunikasi Massa
komunikasi
massa disebut juga komunikasi media massa (Mass
Media Communication) dan Communicating
with media (berkomunikasi melalui media massa), yakni media cetak
(suratkabar, majalah, tabloid), media elektronik (radio/televisi), dan media
siber (cyber media online, internet). Komunikasi massa
adalah komunikasi yang menggunakan media massa, baik cetak atau elektronik,
berbiaya relatif mahal, yang dikelola oleh suatu lembaga atau orang yang
dilembagakan, yang ditujukan kepada sejumlah besar orang yang tersebar di
banyak tempat, anonim, dan heterogen.
Definisi
komunikasi massa yang lebih rinci dikemukakan oleh ahli komunikasi lain, yaitu
George Gebner. Menurutnya, komunikasi massa adalah produksi dan distribusi yang
berlandasakan teknologi dan lembaga dari arus pesan yang berkesinmabungan serta
paling luas dimiliki orang dalam masyarakat. Daat disimpulkan juga, komunikasi
massa adalah komunikasi yang menggunakan media massa dalam penyampaian
informasi yang ditujukan kepada orang banyak (public) dan diterima secara
serentak.
Fungsi komunikasi
massa menurut Dominick (2001), adalah :
a.
Surveillance
(pengawas)
b.
Interpretation (penafsiran)
c.
Linkage (keterkaitan)
d.
Transmission of
value (penyebaran nilai)
e.
Entertainment (hiburan)
Fungsi
komunikasi massa terpopuler tercantum dalam UU No. 40/1999 tentang pers, yaitu
:
a.
Menyampaikan informasi
b.
Mendidik
c.
Menghibur
d.
Melakukan pengawasan sosial
Setiap proses
komunikasi mempunyai dampak atau hasil akhir yang disebut dengan efek. Efek
muncul dari seseorang yang menerima pesan komunikasi baik secara sengaja maupun
tidak disengaja. Menurut Donald K.
Robert, efek hanyalah perubahan perilaku manusia setelah diterpa pesan media
massa.”oleh karena fokusnya pesan, maka efek harus berkaitan dengan pesan yang
disampiakan media massa ( Aedianto, 2004:48).
2.3.1.
Komunikasi Karakteristik Komunikasi Massa
Sebelum seseorang memutuskan untuk menggunakan media massa
sebagai alat untuk berkomunikasi, alangkah baiknya orang tersebut mengetahui
dan memahami apa sajakarakteristik komunikasi massa. Karakteristik
yang pertama, komunikasi yang bersifat umum. Pada karakteristik ini, pesan
komunikasi yang akan disampaikan melalui media massa merupakan pesan yang
terbuka dan umum untuk semua orang.
Kedua, yakni komunikasi yang bersifat heterogen, dengan massa
yang terdiri dari berbagai masyarakat yang berbeda seperti jenis kelamin, umur,
pendidikan, agama, pekerjaan hingga latar belakang budaya yang beragam. Ciri
komunikasi massa ketiga yaitu yang bersifat satu arah. Dengan komunikasi yang
melalui media, maka seorang komunikator dan para komunikan tidak dapat
melakukan interaksi secara langsung. Sang komunikator aktif dalam menyampaikan
informasi, sedangkan para komunikan aktif pula dalam menerima informasi
tersebut, dan keduanya tidak dapat berinteraksi dan berdialog seperti
komunikasi antar personal. Oleh karena itu, komunikasi tersebut bersifat
searah. Dan karakteristik yang terakhir yaitu timbulnya kekompakan. Dengan
adanya komunikasi massa ini, akan menimbulkan massa yang dapat kompak/serempak.
Maksudnya, kekompakan kontak dengan banyaknya warga penduduk yang terdiri dari
berbagai tempat tinggal dan jarak yang cukup jauh dari sang komunikator.
2.4.
Perubahan
Sosial
Perubahan sosial secara umum dapat diartikan sebagai
perubahan-perubahan yang terjadi di kehidupan sosial masyarakat. Perubahan sosial
ini mencakup segala bidang kehidupan seperti nilai dan norma sosial, pola
perilaku dan organisasi sosial, lembaga kemasyarakatan, lapisan masyarakat, dan
juga sistem kekuasaan dan wewenang. Perlu adanya pengertian perubahan yang
mencakup segala bidang tersebut agar semua konsep dapat terwakili dengan baik.
Pada hakikatnya setiap masyarakat yang ada di seluruh di
dunia ini dalam kehidupanya dapat dipastikan akan mengalami yang namanya
perubahan-perubahan yang akan kita ketahui apabila membandingkan dengan suatu
masyarakat di masa – masa tertentu dengan masyarakat di masa lalu. Sehingga
bisa dikatakan bahwa pada dasarnya masyarakat terus menerus mengalami yang
namanya sebuah perubahan. Akan tetapi perubahan sosial yang terjadi
antara masyarakat satu dengan lainnya tidaklah selalu sama.
Hal ini dikarenakan oleh adanya suatu masyarakat yang
mengalami sebuah perubahan lebih cepat jika dibandingkan dengan masyarakat
lainnya. Perubahan-perubahan yang terjadi prosesnya bisa saja berlangsung
secara cepat ataupun lambat, berpengaruh secara luas ataupun terbatas dan juga
perubahan-perubahan tersebut terkadang terlihat sangat menonjol ataupun malah
tidak menampakkan perubahan sama sekali.
Menurut William
F. Ogburn Perubahan sosial
adalah perubahan yang mencakup unsur-unsur kebudayaan baik material maupun
immaterial yang menekankan adanya pengaruh besar dari unsur-unsur kebudayaan
material terhadap unsur-unsur immaterial.
Gillin Perubahan sosial adalah perubahan yang
terjadi sebagai suatu variasi dari cara hidup yang telah diterima karena adanya
perubahan kondisi geografi, kebudayaan
material, komposisi penduduk, ideologi, maupun adanya difusi atau penemuan-penemuan baru dalam
masyarakat. (www. http://pengayaan.com/20-pengertian-perubahan-sosial-menurut-para-ahli).
2.5.
Teknologi
Komunikasi
Teknologi Komunikasi
menurut beberapa Ahli Carl I. Hovland Teknologi Komunikasi
adalah suatu proses yang memungkinkan seseorang menyampaikan rangsangan
(biasanya dengan menggunakan lambang verbal) untuk mengubah perilaku orang
lain. Bernard Barelson & Garry A. Steiner Teknologi Komunikasi adalah proses transmisi informasi, gagasan,
emosi, keterampilan dan sebagainya dengan menggunakan simbol-simbol, kata-kata,
gambar, grafis, angka, dsb.Colin Cherry.(http://ahmadpadhillah.blogspot.co.id/2013/04/resensi-buku-teknologi-komunikasi-dan.html).
Teknologi
Komunikasi adalah proses dimana pihak-pihak saling menggunakan informasi dengan
untuk mencapai tujuan bersama dan komunikasi merupakan kaitan hubungan yang
ditimbulkan oleh penerus rangsangan dan pembangkitan balasannya.
Hovland, Janis dan Kelley
Teknologi
Komunikasi merupakan proses individu mengirim rangsangan (stimulus) yang
biasanya dalam bentuk verbal untuk mengubah tingkah laku orang lain. Pada
definisi ini mereka menganggap komunikasi sebagai suatu proses.
Louis Forsdale, Menurut
Forsdale (1981), ahli komunikasi dan pendidikan “communication is the process by
which a system is established,
maintained and altered by means of shared signals that operate according to
rules”. Komunikasi adalah suatu proses dimana suatu sistem dibentuk,
dipelihara, dan diubah dengan tujuan bahwa sinyal-sinyal yang dikirimkan dan
diterima dilakukan sesuai dengan aturan. (Hamzah B dan Nina Lamatengngo,
2011:123).
Teknologi
komunikasi adalah peralatan perangkat keras (hardware) dalam sebuah struktur organisasi yang mengandung
nilai-nilai sosial, yang memungkinkan setiap individu mengumpulkan, memproses,
dan saling tukar menukar informasi dengan individu-individu lainnya. Yang
mendasari sesuatu hal dapat digolongkan kedalam teknologi komunikasi adalah:
(Hamzah B dan Nina Lamatengngo, 2011:90).
a.
Teknologi komunikasi dapat di
implementasikan dalam suatu alat
b.
Teknologi komunikasi dilahirkan oleh
sebuah struktur sosial,ekonomi dan politik
c.
Teknologi komunikasi membawa nilai yang
berasal dari struktur ekonomi , sosial dan politik tertentu
d.
Teknologi komunikasi meningkatkan kemampuan
indera manusia terutama kemampuan mendengar dan melihat.
2.5.1
Perbedaan Teknologi Komunikasi dengan Teknologi
Informasi.
Teknologi informasi
lebih ditekankan pada hasil data yang diperoleh sedangkan pada teknologi
komunikasi ditekankan pada bagaimana suatu hasil data dapat disalurkan,
disebarkan dan disampaikan ke tempat tujuan. Teknologi informasi berkembang
cepat dengan meningkatnya perkembangan komputer dengan piranti pendukungnya
serta perkembangan teknologi komunikasi yang ada. Teknologi komunikasi
berkembang cepat dengan meningkatnya perkembangan teknologi elektronika, sistem
transmisi dan sistem modulasi, sehingga suatu informasi dapat disampaikan
dengan cepat dan tepat.
2.5.2 Bentuk Teknologi Komunikasi
a.
Komunikasi Suara merupakan bentuk
komunikasi mempergunakan suara dan indera pendengaran dari tempat yang terpisah
dengan jarak tertentu.
b.
Komunikasi Tulisan dan Gambar merupakan
komunikasi yang mengirimkan informasi berbentuk tulisan dan gambar. Gambar yang
dikirim dapat berupa gambar hidup (video) atau gambar diam, misalnya gambar
teknik atau gambar grafik.
c.
Komunikasi Data informasi berupa data
dan berita yang dikirimkan dengan menggunakan komputer sebagai media pengirim
dan media penerima informasi, serta dengan menggunakan jaringan telepon (Public
Switched Telephone Network) atau menggunakan jaringan telepon khusus (leased line atau private line).
2.5.3
Penerapan Teknologi Komunikasi
Penerapan
teknologi komunikasi ditentukan oleh sejauh mana teknologi komunikasi mampu
membuka akses pada berbagai pelayanan dan jaringan informasi. Terdapat 2
tahapan dalam proses penerapan teknologi komunikasi, yaitu : (Hamzah B dan Nina
Lamatengngo, 2011:65).
- Tahapan
inisiasi, terdapat dua tingkatan, yaitu :
1.
Tingkatan Agenda-Setting
2.
Tingkatan Matching
Apabila
nilai kedua tingkat inisiasi ini positif, timbulah keinginan untuk mengadopsi
teknologi komunikasi yang diinginkan.
- Tahapan
implementasi, terdapat tiga tingkatan, yaitu :
1.
Tingkatan redefining (mengartikan ulang)
2.
Tingkatan clarifying (menjelaskan)
3.
Tingkatan routinizing (kebiasaan).
2.5.4 Pelaku Teknologi Komunikasi
Dalam rangkaian sumber,
penyampaian dan penerimaan informasi ada beberapa pihak yang tersangkut dan
saling tergantung satu dengan yang lainnya, yaitu :
1.
Pemakai
2.
Perusahaan penyedia jasa telekomunikasi
3.
Produsen peralatan komunikasi
4.
Badan yang mengatur/mengkoordinir
seluruh kegiatan komunikasi dari segi ekonomis dan teknis dalam mengadakan
peraturan, standar, harga patokan, dan lain-lain.
Dalam memudahkan
pekerjaan manusia, teknologi ini memiliki beberapa fungsi, yaitu pertama,
memudahkan pekerjaan dalam dunia bisnis dan ekonomi. Dengan hal itu, teknologi
komunikasi yang berkembang sangat pesat tersebut menjadi pilar pendukung dalam
teknologi transportasi pada bidang revolusi industri.
Kedua, kegunaan
teknologi komunikasi juga dapat membantu dan memudahkan dalam mentrasnfer data
dari satu perangkat ke perangkat yang lainnya baik dalam jarak dekat maupun jauh.
Ketiga, dapat berperan untuk mengatur/memanajemen suatu sistem agar dapat
dikelola dengan baik. Pengelolaan sistem yang baik akan mempengaruhi kinerja
sistem yang baik pula.
Selain beberapa
fungsi di atas, fungsi lainnya yaitu teknologi komunikasi yang mampu membawa
suatu nilai-nilai dari struktur ekonomi, sosial, dan politik pada umumnya. Dan
fungsi terakhir yaitu dapat meningkatkan kemampuan indera setiap manusia dalam
kemampuan mendengar dan melihat.
2.6.Media Sosial
Media
sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah
berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial,
wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk
media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia.
Pendapat lain mengatakan bahwa media sosial adalah media online yang mendukung interaksi sosial dan media sosial menggunakan
teknologi berbasis web yang mengubah komunikasi menjadi dialog interaktif.
Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan media
sosial sebagai “sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun di
atas dasar ideologi dan teknologi web, dan yang memungkinkan penciptaan dan
pertukaran user-generated content”.
Sam
Decker menyatakan media sosial adalah konten dan interaksi digital yang dibuat
oleh dan antara orang yang satu dengan yang lainnya.
Chris Garrett
berpendapat bahwa media sosial adalah alat, jasa, dan komunikasi yang
memfasilitasi hubungan antara orang satu dengan yang lain serta memiliki kepentingan
atau ketertarikan yang sama. Sedangkan menurut Wikipedia, media sosial adalah
Sosial media adalah alat berbasis komputer yang memungkinkan orang untuk
membuat, berbagi, atau bertukar informasi, ide, dan gambar/video dalam komunitas
dan jaringan virtual.
Media
sosial mempunyai ciri-ciri, yaitu sebagai berikut :
§ Pesan yang di
sampaikan tidak hanya untuk satu orang saja namun bisa keberbagai banyak orang
contohnya pesan melalui SMS ataupun internet
§ Pesan yang di
sampaikan bebas, tanpa harus melalui suatu Gatekeeper
§ Pesan yang di
sampaikan cenderung lebih cepat di banding media lainnya
§ Penerima pesan
yang menentukan waktu interaksi.
Fungsi Media Sosial
Ketika kita mendefinisikan media sosial sebagai sistem komunikasi maka kita
harus mendefinisikan fungsi-fungsi terkait dengan sistem komunikasi, yaitu : (http://jayaputrasbloq.blogspot.com/2011/02/definisi-atau-pengertian-istilah-social.htm).
- Administrasi
Pengorganisasian
proofil karyawan perusahaan dalam jaringan sosial yang relevan dan relatif
dimana posisi pasar anda sekarang. Pembentukan pelatihan kebijakan media
sosial, dan pendidikan untuk semua karyawan pada penggunaan media sosial.
Pembentukan sebuah blog organisasi dan integrasi konten dalam masyarakat
yang relevan. Riset pasatr untuk menemukan dimana pasar anda.
- Mendengarkan dan
Belajar
Pembuatan sistem
pemantauan untuk mendengar apa yang pasar anda inginkan, apa yang relevan
dengan mereka.
- Berpikir dan
Perencanaan
Dengan melihat tahap
1 dan 2, bagaiman anda akan tetap didepan pasar dan begaiman anda berkomunikasi
ke pasar. Bagaiman teknologi sosial meningkatkan efisiensi operasional hubungan
pasar.
- Pengukuran
Menetapkan
langkah-langkah efektif sangat penting untuk mengukur apakah metode yang
digunakan, isi dibuat dan alat yang anda gunakan efektif dalam meningkatkan
posisi dan hubungan pasar anda.
Ciri
– Ciri Media Sosial
Media sosial mempunyai ciri – ciri sebagai berikut : (http://jayaputrasbloq.blogspot.com/2011/02/definisi-atau-pengertian-istilah-social.htm).
-
Pesan yang disampaikan tidak hanya untuk
satu orang saja namun bisa ke berbagai banyak orang. Contohnya, pesan melalui
SMS ataupun internet
-
Pesan yang disampaikan bebas, tanpa
harus melalui suatu Gatekeeper.
-
Pesan yang disampaikan cenderung lebih
cepat dibandinng media lainnya.
-
Penerima pesan yang menerima interaksi.
Dampak Positif Dan Negatif Media Sosial
Dampak Positif
- Mempererat silaturahim: Dalam hal
bersilaturahim, penggunaan media sosial ini sangat cocok untuk dapat
berinteraksi dengan orang yang berjauhan tempat tinggalnya.
- Menambah wawasan dan pengetahuan: Akhir-akhir
ini banyak akun sosial media yang selalu membagi wawasan dan pengetahuan,
hal ini sangat menarik karena kita dapat menambah wawasan dan pengetahuan
secara praktis.
- Menyediakan informasi yang tepat dan akurat:
Informasi dapat kita peroleh dari sosial media, baik itu informasi
perguruan tinggi, lowongan kerja, ataupun beasiswa.
- Menyediakan ruang untuk berpesan positif:
Penggunaan sosial media saat ini sudah banyak digunakan oleh para tokoh
agama,ulama, ataupun motivator.
- Mengakrabkan hubungan pertemanan: Media sosial
akan mengakrabkan suatu pertemanan, kala seseorang malu bertanya di dunia
nyata.
Dampak Negatif
- Anak dan remaja menjadi malas
belajar berkomunikasi di dunia nyata.
- Situs jejaring social akan membuat
anak dan remaja lebih mementingkan diri sendiri.
- Bagi anak dan remaja, tidak ada
aturan ejaan dan tata bahasa di jejaring social.
- Situs jejaring social adalah lahan
subur bagi predator untuk melakukan kejahatan.
- Pornografi : Anggapan yang
mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, memang tidak salah.
Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi
pun merajalela.
- Penipuan : Hal ini memang
merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dari serangan
penipu. (http://jayaputrasbloq.blogspot.com/2011/02/definisi-atau-pengertian-istilah-social.htm).
2.7.Instagram
Instagram merupakan sebuah aplikasi
berbagi foto dan video yang memungkinkan pengguna
mengambil foto, mengambil video,
menerapkan filter digital, dan membagikannya ke berbagai layanan jejaring
sosial, termasuk milik Instagram
sendiri.
Saking populernya Instagram
sebagai sebuah media sosial, banyak orang yang tak tahu arti sebenarnya dari
pemakaian kata tersebut. Disusun dari dua kata, yaitu “Insta” dan “Gram”. Arti
dari kata pertama diambil dari istilah “Instan” atau serba cepat/mudah. Namun
dalam sejarah penggunaan kamera foto, istilah “Instan” merupakan sebutan lain
dari kamera Polaroid. Yaitu jenis kamera yang bisa langsung mencetak foto
beberapa saat setelah membidik objek. Sedangkan kata “Gram” diambil dari
“Telegram” yang maknanya dikaitkan sebagai media pengirim informasi yang sangat
cepat.
Penggunaan dua kata tersebut,
kita jadi semakin memahami arti dan fungsi sebenarnya dari Instagram. Yaitu
sebagai media untuk membuat foto dan mengirimkannya dalam waktu yang sangat
cepat. Tujuan tersebut sangat dimungkinkan oleh teknologi internet yang menjadi
basis aktivitas dari media sosial ini.
Keistimewaan Instagram
Jika hanya untuk membuat foto dan mengirimkannya
dalam waktu cepat, bukankah banyak media sosial lain yang menawarkan konsep
serupa? Nah, dari pertanyaan tersebut, Instagram sebenarnya telah menjawabnya
melalui serangkaian fitur dari aplikasinya. Mulai dari pemakaian filter hingga
optimalisasi hashtag untuk mengelompokkan tema foto. Kalau ingin membuktikan
lebih dalam tentang keistimewaan Instagram, bisa kita ulik lagi dari seluk beluk
aplikasi ini.
Media untuk para penikmat dan
praktisi fotografi. Jadi, dari fungsi tersebutlah bisa diperoleh sejumlah
manfaat yang bisa menciptakan hasil-hasil optimal.
Optimalisasi Pemakaian Instagram
Kecenderungan orang yang latah
dalam menggunakan media sosial ialah asal membuat akun namun memperlakukannya
sama seperti kebanyakan media sosial lain. Jadi, misalnya ia sudah terbiasa
bermain Facebook, maka ia secara tak sadar menggunakan media lain seperti
Instagram dengan kebiasaan serupa. Kalau persoalannya adalah media sosial
sebagai alat narsis, hampir setiap orang, baik sadar maupun tak sadar berulang
kali mempraktikkannya. Justru dengan sejumlah keistimewaan yang telah
disediakan oleh aplikasi seperti Instagram itulah, setiap pengguna bisa
memanfaatkannya untuk tujuan tertentu.
Media Promosi
Semakin banyak orang yang
menyadari bahwa Instagram merupakan alat promosi yang sangat ampuh.
Kecenderungan para pengguna internet ialah lebih tertarik pada bahasa visual.
Nah, dibandingkan dengan media sosial lainnya, Instagram lebih memaksimalkan
fiturnya untuk komunikasi melalui gambar atau foto. Ketika bahasa visual
mendominasi dunia internet, dari situlah para pelaku bisnis bisa memanfaatkan
peluang yang terhampar di depan mata.
Gaya-gaya promosi dengan
Instagram pun sangat unik dan variatif. Kadang, kita bisa menikmati rangkaian
foto yang dibuat secara estetis dan sangat menarik perhatian. Penerapan promosi
pun bisa diterapkan, misalnya dengan menyelenggarakan sebuah kompetisi khusus
bagi para penggemar fotografi. Hanya berbekal gadget dan aplikasi Instagram,
maka berbagai karya foto pun bisa dihasilkan dan seolah-olah seperti karya para
fotografer profesional.
Fenomena lainnya yang sangat
menarik dari Instagram adalah bagaimana kebanyakan orang tertarik untuk
mempopulerkan akun mereka. Tujuannya adalah memperoleh jumlah follower sebanyak-banyaknya.
Metode ini sebenarnya sama persis dengan Twitter yang menghasilkan banyak Selebtwit di
Indonesia. Begitu pula dengan dunia Instagram yang melahirkan sejumlah Seleb dengan
ribuan bahkan jutaan follower. Ketika seseorang sudah punya
banyak follower, secara otomatis ia punya reputasi sehingga menarik
minat dari sejumlah vendor untuk memasang iklan di akun Instagram mereka.
Itulah yang disebut sebagai buzzer yang mampu mendulang banyak
keuntungan yang berawal dari hobi postingan di Instagram atau media sosial lainnya.
BAB 3. METODE PENELITIAN
3.1
Tahapan-Tahapan
Penelitian
Ada dua pendekatan
dalam penelitian, yaitu pendekatan penelitian
kualitatif dan penelitian kuantitatif. Pada penelitian ini, peneliti
menggunakan penelitian deskriptif kualitatif, yang merupakan penelitian yang
termasuk dalam jenis penelitian kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah
mengungkap fakta, keadaan,fenomena,variabel dan keadaan yang terjadi saat
penelitian berjalan dan menyuguhkan apa adanya. Penelitian deskriptif
kualitatif menafsirkan dan menuturkan data yang bersangkutan dengan situasi
yang sedang terjadi, sikap serta pandangan yang terjadi di dalam masyarakat pertentangan
antara dua keadaan atau lebih, hubungan antar variable yang timbul, perbedaan
antar fakta yang ada serta pengaruhnya terhadap suatu kondisi, dan sebagainya.
Menurut Nazir (1988), metode deskriptif
merupakan suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek,
suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu kelas peristiwa pada
masa sekarang.
3.2
Model
Penelitian
Penelitian ini lebih menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pendekatan kualitatif diharapkan
mampu menghasilkan uraian yang mendalam tentang ucapan, tulisan, dan atau
organisasi tertentu dalam suatu setting konteks tertentu yang dikaji dari sudut
pandang yang utuh, komprehensif, dan holistik. Dalam memilih sample penelitian
kualitatif menggunakan teknik non probabilitis, yaitu suatu teknik pengambilan
sample yang tidak didasarkan pada rumusan statistic tetapi lebih pada
pertimbangan subyektif peneliti dengan
didasarkan pada jangkauan dan kedalaman masalah yang diteliti dalam penelitian
ini. (http://ananur.woordpress.com/2010/07/08/analisis-data-kualitatif.
Tujuan dari penelitian
deskriptif ini adalah untuk membuat deskripsi, gambaran, atau lukisan secara
sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan
antarfenomena yang diselidiki. Sedangkan menurut Sugiyono (2005) menyatakan
bahwa metode deskriptif adalah suatu metode yang digunakan untuk menggambarkan
atau menganalisis suatu hasil penelitian tetapi tidak digunakan untuk membuat
kesimpulan yang lebih luas. Menurut Whitney (1960), metode deskriptif adalah
pencarian fakta dengan interpretasi yang tepat.
3.3 Pengumpulan data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian
ini, diantaranya dengan Penelitian Lapangan (Field
Research), teknik yang dapat digunakan diantaranya, adalah :
a.
Wawancara (Interview), yaitu merupakan salah satu metode pengumpulan berita, data dan fakta. Wawancara bertujuan
menggali informasi, komentar, opini, fakta, atau data tentang suatu masalah
atau peristiwa dengan mengajukan pertanyaan kepada narasumber atau orang yang
diwawancarai (interview).
b.
Observasi, yaitu mengadakan pengamatan
terhadap objek penelitian dengan melakukan pencatatan terhadap fenomena yang
ada di lapangan.
Penelitian pustaka (Library
Research), pengumpulan data yang dilakakun dengan cara membaca, mempelajari
dan mengutip dari buku literature, majalah, serta sumber-sumber lain yang
berhubungan erat dengan penulisan ini, seperti :
a.
Dokumentasi, yaitu dengan mengumpulkan
data-data dan fakta-fakta yang ontentik, dan tulisan-tulisan yang berhubungan
seperti buku, jurnal dan lain-lain.
b.
Kajian pustaka, penelitian ini dilakukan
dengan cara mempelajari dari mengumpulkan data melalui literature dan sumber bacaan yang relevan dan mendukung penelitian.
Dalam hal ini penelitian kepustakaan dilakukan dengan membaca buku-buku, literature serta tulisan yang berkaitan dengan masalahyangdibahas(http//teknik+pengumpulan+data+kualitatif+dan+kuantitatif+field+research).
3.4 Teknik Analisis Data
Analisis data adalah
proses penyederhanaan data kedalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan
dipersentasikan (Singarimbun,1995:263). Penelitian ini bersifat deskriptif,
yaitu penelitian yang memberikan gambaran mengenai situasi-situasi atau
kejadian-kejadian . Analisis data dalam penelitian ini berlangsung bersamaan
dengan proses pengumpulan data. Diantaranya meliputi tiga jalur, yaitu reduksi
data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Ada 3 proses analisis
data kualitatif menurut Mathew B Miles dan Michael Huberman (Patilima, 2005) yaitu
:
1.
Reduksi data
Reduksi
data merupakan proses merangkum data, penyederhanaan dengan memfokuskan data
sesuai dengan topik dan judul penelitian. Karena begitu banyaknya data yang
diperoleh di lapangan sehingga perlu dianalisis dan dirangkum agar memberi gambaran
yang jelas dan mempermudah peneliti dalam mengumpulkan data.
2.
Penyajian data
Setelah
mereduksi data, maka proses selanjutnya yaitu penyajian data, yaitu kumpulan
informasi tersusun yang memberi kemungkinan adanya penga
mbilan tindakan dan
penarikan kesimpulan. Dalam penelitian kualitatif, data disajikan secara
deskriptif dan tidak berbentuk tabel.
3.
Penarikan kesimpulan
Merupakan proses
akhir dalam menganalisis data. Penarikan kesimpulan yaitu penarikan arti data
yang ditampilkan. Pemberian makna harus sejauh pemahaman peneliti dan
interpretasi yang dibuat (Idris, 2009 : 150).
BAB 4. PEMBAHASAN DAN PENUTUP
5.1. Pembahasan
Sebelum melakukan
analisis terhadap hasil penelitian, ada baiknya dikemukakan karakteristik
subjek penelitian yang didapat dari lokasi penelitian, berupa data primer dan
dianggap ada kaitannya dengan penelitian yaitu, jabatan dan usia.
a. Jabatan
Setiap pegawai di
Instansi Dinas Pendidikan memiliki jabatan dan status yang berbeda-beda. Setiap
pegawai negeri sipil memiliki jabatan seperti: kepala bidang kepala seksi, dan
staff. Selain itu juga, pegawai honorer juga ada di instansi ini. Adapun
karakteristik subjek penelitian berdasarkan jabatan dapat dilihat pada table
berikut :
Tabel.5.1
Jabatan subjek penelitian
Jabatan
|
Jumlah
|
Persentasi
|
PNS
|
270
|
76.9
|
Honorer
|
61
|
17.3
|
Kepala
Bagian
|
5
|
1.42
|
Kepala
Seksi
|
15
|
4.27
|
Total
|
351
|
100
|
Sumber : data Primer
Dari jumlah yang
ada, terlihat bahwa jumlah PNS (pegawai negeri sipil) sekitar 270 orang pegawai
atau sekitar 76,9 persen. Hal ini jelas terlihat jauh berbeda dengan angka
pegawai honorer yang hanya sekitar 61 orang atau 17,3 persen. Kepala seksi pada
instansi ini juga terlihat jauh lebih bannyak dari pada kepala bidang. Untuk
kepala seksi saja pegawai sekitar 15
orang atau 4,27 persen. Semenntara unntuk kepala bagian hanya 5 oarng atau 1,42
persen. hal ini jelas terlihat jika dominan pegawai negeri sipil jauh lebih
banyak dari pada honorer dan kepala seksi lebih banyak dari pada kelapa bidang.
Dimana diketahui pada instansi ini, jika dilihat dari jumlah pegawai dapat
dikatakan produktifitas innstansi sudah cukup memadai dengann banyaknya jumlah
pegawai ditambah jumlah pegawai honorer. Jelas intensitas kesibukan bagi para
pegawai terbatas jika pekerjaan mereka dibantu oleh tenaga honorer, sehingga
memungkinkan bagi pegawai sebagian memiliki pekerjaan, sebagian lagi tidak. Dan
hal ini membuat pegawai yang memiliki waktu luang lebih senang menghabiskan
waktu untuk bermain handphone.
b.
Usia
Dilihat dari keadaan usia pegawai
di instansi ini, dapat dilihat pada table berikut :
Tabel.5.2
Usia Subjek Penelitian
Usia
|
Jumlah
|
Persentase
|
21-25 tahun
|
25
|
7.5
|
26-30 tahun
|
50
|
15.1
|
31-35 tahun
|
70
|
21.4
|
36-40 tahun
|
71
|
21.4
|
41-45 tahun
|
65
|
19.6
|
45-55 Tahun
|
50
|
15.1
|
Total
|
331
|
100
|
Sumber : Data primer
Dari jumlah yang ada, terlihat bahwa
usia antara 36-40 tahun atau sekitar 21.4 persen hamper sama dengan jumlah usia
31-35 tahun yaitu 70 orang atau 21.4 persen. usia muda juga ada di instansi
ini, yaitu usia dari 21-25 tahun yaitu sekita 25 oranng atau 7.5 persen.
berbeda jauh dengan usia 26-30 tahun yaitu sekitar 50 orang atau 15.1 persen.
usia 41-45 sekitar 65 orang atau 19.6 persen dan terakhir pada usia mau pensiun
yaitu 45-55 tahun terdiri dari 50 orang
atau 15.1 persen. hal ini jelas terlihat bahwa produktifitas pekerja yang usia lebih muda jauh lebih banyak dari pada usia
tua. Dan tidak mennutup kemungkinan jika yang usianya lebih muda lebih
produktif juga dalam menggunakan aplikasi instagram atau sosial media.
c.
Analisis Dampak Komunikasi bagi pengguna Media Sosial
Instagram
Media
sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah
berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial,
wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk
media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia.
Instagram adalah salah satu media sosial yang sedang menjadi favorit dikalangan
masyarakat, termasuk di dunia pekerja. Setiap pegawai atau karyawan terkadang
suka menjadikan media sosial instagram menjadi tempat mereka berbagi atau
mempublikasikan dunia pekerjaan mereka.
Peneliti dalam hal ini
telah mewawancarai beberapa pegawai dampak komunikasi dan perubahan sosial
instagram bagi kehidupan pegawai di instansi dinas pendidikan. Peneliti tidak akan menjelaskan keseluruhan
dari jawaban pegawai, hal ini dikarenakan dari hasil wawancara ada beberapa
jawaban yang sama. Sehingga membuat peneliti memilih jawaban yang menurut
peniliti lebih tepat, singkat dan padat dan untuk jawaban yang sama, peneliti
tidak mempublikasikan secara keseluruhan tetapi hanya memilih satu saja dan
peneliti anggap itu sudah mewakili jawaban dari yang lainnya. Berikut pertanyaan beserta jawaban dari para
pegawai di instansi dinas pendidikan :
1.
Apakah
Bapak/Ibu memiliki media sosial atau aplikasi Instagram, dan sudah berapa lama
menggunakannya?
Berdasarkan
informasi yang diperoleh dari informan dan pengamatan yang dilakukan dilokasi
penelitian, para informan yang terdiri dari 3 orang pegawai dan 2 orang pegawai
honorer, diantaranya memiliki jawaban
berbeda-beda. Jawaban 2 orang pegawai dengan jabatan kepala seksi megatakan dan
memiliki perbedaan jawaban, yaitu:
“
jika sudah 4 tahun menggunakan aplikasi instagram”
Salah
seorang staff bagian umum mengatakan:
“jika
sudah 6 tahun lebih menggunakan instagram”
Selain
itu juga pendapat berbeda diberikan kepada seorang pegawai negeri sipil
memberikan jawaban dengan tidak memberikan kepastian berapa tahun menggunakan
aplikasi instagram:
“iya
ada.. sudah lama sekali”
Pendapat berbeda juga dikatakan oleh 2 orang pegawai honorer, salah seorang mengatakan:
”jika
sudah 2 tahun menggunakan instagram”
Berbeda dengan seorang lelaki hitam tinggi, yang
mengatakan
”saya punya sosial
media instagram sejak tahun 2008, kira-kira sudah 10 tahun”.
Dengan demikian, dapat dikatakan jika media sosial Instagram sudah dikenal
dan sudah banyak yang memiliki aplikasi tersebut di gudget mereka. Hal ini
terbukti ketika melakukan wawancara,
informan juga ada yang sibuk bermain instagram dan membalas komentar
teman-teman yang ada di instagram tersebut. Bukan hanya itu saja, bahkan ada
yang hingga 10 tahun menggunakan aplikasi tersebut. Jelas terbukti jika bukan
hanya di kalangan masyarakat, pelajar, dan mahasiswa saja instagram dikenal
oleh masyarakat. Tetapi juga dikalangan pegawai instansi pemerintahan juga,
instagram diminati.
1.
Apakah
bapak/ibu ketahui tentang media sosial instagram, dan dari mana bapak/ibu
mengetahui aplikasi instagram?
Berdasarkan
informasi yang diperoleh dari informan dan pengamatan yang dilakukan dilokasi
penelitian, para informan diantaranya memiliki jawaban berbeda-beda, yaitu:
“iya,
saya tau, instagram saya ketahui dari artikel di internet”.
Berbeda
jawaban dengan seorang staff pegawai, wanita berkacamata ini mengatakan:
“media untuk berbagai foto dan video, saya mengetahui instagram
dari teman”.
Ada juga yang
mengatakan jika mengetahui instagram dari
“ iya tau instagram dari berbagai sumber”.
Pendapat
berbeda juga disampaikan oleh wanita berhijab syar”i, dia mengatakan:
“Instagram merupakan aplikasi untuk berbagai foto, video, dan membagikannya ke jejaringan
sosial lainnya, termasuk instagram itu sendiri. Awal saya mengetahuinya dari
seorang teman”.
Dari beberapa jawaban
informan, diketahui bahwa mereka tidak sulit mendapatkan informasi tentang
instagram. Ada yang mengatakan dari berbagai sumber, dari teman bahkan
informasi dari internet sendiripun sudah memberikan pengetahuan tentang apa itu
instagram dan apa manfaatnya dan kegunaannya bagi setiap orang. Hal ini
berarti, instagram begitu banyak diminati khususnya oleh setiap pegawai. Hal ini
terbukti dari banyaknya orang mengetahui manfaat dari menggunakan instagram.
2.
Sejauh
mana keaktifan bapak/ibu dalam menggunakan instagram ketika bapak/ibu berada di
lingkungan pekerjaan?
Berdasarkan informasi yang
diperoleh dari informan dan pengamatan yang dilakukan dilokasi penelitian, para
informan memiliki perbedaan jawaban, yaitu:
Menurut salah seorang kepala seksi
mengatakan :
“Pada waktu istirahat saja menggunakan aplikasi
instagram untuk refreshing fikiran”.
Pendapat lain dikatakan oleh staff
bagian umum:
“saya
jarang menggunakan instagram”
Pendapat lain juga dikatakan oleh
staff honnorer bagian kepegawaian:
“tidak
terlalu aktif, saya bukanya pada saat jam istirahat saja”.
Seorang wanita staff honorer
mengatakan :
“saya
aktif selalu dengan instagram saya”.
Dari penjelasan informan di atas,
dapat diketahui jika hanpir sebagian pegawai di sini dapat mengimbangi waktu
untuk menggunakan aplikasi instagram di sela-sela kesibukannya. Walau sebagian
menganggap aktif selalu dalam menggukan aplikasi instagram, hal tersebut belum
tentu memperlihatkan bahwa seseorang tersebut juga menunjukkan dan
mempublikasikan segala sesuatunya ketika sedang dalam bekerja. Bisa jadi,
mereka hanya ingin melihat updatean atau foto-foto orang lain yang ada di
instagram. Dengan demikian, tidak semua orang selalu aktif dalam menggunakan
aplikasi instagram, apalagi dijam-jam kerja.
3.
Menurut bapak/ibu adakah manfaat dari
penggunaan instagram?jika iya atau tidak mohon agar dijelaskan!
Berdasarkan informasi yang
diperoleh dari informan dan pengamatan yang dilakukan dilokasi penelitian, para
informan memiliki perbedaan jawaban, yaitu:
Seorang staff IT mengatakan :
“ada manfaatnya,
sebagai sarana promosi dan mendapatkan info tentang teman juga mengetahui kabar
atau info terkini”.
Pendapat lain juga dikatakan oleh
kepala bidang :
“iya ada,
walaupun tidak terlalu signifikan tapi kadang banyak informasi penting tentang
kejadian disekitar yang bisa kita peroleh dari instagram, tidak semua yang ada
di instagram soal selfie dan pamer makanan saja”.
Pendapat lain juga disampaikan oleh
seorang wanita dari bagian keuangan:
“iya, sering sekali bertemu teman-teman lama di
sosial media, apalagi teman-teman yang sudah lama terputus komunikasinya,
melalui media sosial bisa menyambung kembali tali silaturahmi dan tidak jarang
bertemu teman-teman baru melalui sosial media.”
Dari
penjelasan informan di atas jelas jika banyak manfaat dari menggunakan apikasi
instagram. Selain untuk bertemu dengan teman lama atau baru, instagram juga
sebagai wadah untuk mendapatkan informasi yang sedang terjadi. Selain itu juga
sebagai wadah untuk mempromosikan jualan atau sesuatu yang dapat dijual.
Sehingga orang lain dapat mengetahui dan berniat untuk membeli. Bukan hanya itu
saja, bagi sebagian orang juga sebagai tempat untuk mereka kesulitan mencari
sesuatu dan berniat membelinya, sukup hanya dengan melihat instagram saja sudah
tahu dimana ada dijual barang-barang yag
ingin kita beli. Ini merupakan suatu keuntungan ketika memiliki aplikasi
instagram.
4.
Apakah bapak/ibu bersedia membalas
komentar orang, ketika bapak/ibu memposting sebuah berita, kejadian dalam
aplikasi instagram bapak/ibu?
Berdasarkan informasi yang
diperoleh dari informan dan pengamatan yang dilakukan dilokasi penelitian, para
informan memiliki perbedaan jawaban, yaitu:
“iya, bersedia. Selagi komentarnya cocok
untuk dibalas”.
Jawaban berbeda disampaikan oleh
seorang pegawai bidang kepegawaian :
“bersedia, namun
hanya dari orang yang benar-benar saya kenal, jika tidak maka saya abaikan”.
Dari
penjelasan di atas dan beberapa jawaban yang peneliti terima menjawab bersedia
membalas. Baik yang mereka kenal maupun tidak kenal. Tujuan membalas pesan
instagram ini sendiri adalah untuk melihat keaktifan komunikasi yang dilakukan
oleh setiap orang yang ada di instagram tersebut, bagaiman komunikasi yang satu
dengan lainnya. Bagaimana menjalin silaturahmi dan mengenal orang-orang baru
yang sebelumnya belum dikenal. Hal ini tentunya berdampak baik bagi pemilik
instagram tersebut, di mana komunikasi akan tetap terjadi ketika ada seseorang
yang merespon instagram responden.
5.
Adakah
dampak dari penggunaan aplikasi instagram yang merubah gaya hidup, maupun
perubahan sosial bapak/ibu? Misal, ingin update
selalu agar orang-orang mengetahui apa yang bapak/ibu lakukan. Melihat gaya
kehidupan seseorang di akun instagram
membuat bapak/ibu ingin mengikuti juga gaya hidupp orang tersebut. Jika
bapak/ibu pernah mengalaminya, mohon agar dijelaskan!
Berdasarkan informasi yang
diperoleh dari informan dan pengamatan yang dilakukan dilokasi penelitian, para
informan yang terdiri dari 2 orang pegawai dan 2 orang pegawai honorer, diantaranya memiliki jawaban berbeda-beda.
Jawaban 2 orang pegawai dengan jabatan kepala seksi megatakan dan memiliki
perbedaan jawaban, yaitu:
“tidak ada, kadang saya hanya memposting tentang
kejadian yang biasa terjadi di sekitar saya, ataupun yang biasa saya lakukan
saja”.
Ada juga yang
mengatakan :
“dulu sempat tertarik kalau mengupdate setiap berada
di tempat baru, tapi lamban laun sadar tidak ada gunanya.”
Berbeda dengan 2 staff honorer yang
mengatakan :
“yah pastinya berpengaruhlah , namanya kita
melihat fashion yang terbaru jadi ada rasa ingin untuk mengikutinya”.
Pendapat
lain juga disampaikan oleh rekan sesame honorer :
“tidak merubah gaya hidup saya”.
Dari penjelasan di atas beberapa
orang mengatakan jelas berpengaruh dampaknya terhadap dirinya sendiri. Tetapi
juga ada yang mengatakan jika tidak memberikan pengaruh terhadap gaya hidupnya
sehari-hari. Jelas terlihat jika ketika segala Sesuatu yang dipublikasikan
membawa perubahan yang tidak baik, maka ada baiknya untuk tidak mengikuti
perubahan tersebut. Akan tetapi jika hal tersebut baik untuk diri kita ada
baiknya untuk diikuti dengan tidak merubah apapun yang ada dalam diri kita
sendiri. Karena sejatinya yang mengetahui baik dan buruk sesuatu yang akan kita
contoh itu adalah diri kita sendiri.
6.
Jika kita lihat banyak orang yang
menyalahgunakan Instagram sebagai alat media sosial. Kebanyak orang
menggunakannya bahkan untuk hal-hal negative, memprovokatorin orang-orang di
dalamnya dengan alibi rasa nasionalisme, berjualan via online (yang benar dan
tidak benar/tipuan), dan lain sebagainya yang membuat kita sebagai penggunanya
juga terkadang tidak nyaman dan ingin
membeli barang-barang yang ditawarkan melalui media online tersebut akan tetapi
khawatir ditipu. Jika, bapak/ibu melihat hal tersebut, mohon agar dijelaskan
pendapatnya mengenai hal-hal negative yang ada di instagram, dari sisi atau
sudut pandang bapak/ibu sebagai pengguna instagram.
Berdasarkan informasi yang diperoleh
dari informan dan pengamatan yang dilakukan dilokasi penelitian, para informan
memiliki perbedaan jawaban, yaitu:
“Menurut kepala
bagian umum mengatakan : “kita harus lebih teliti dan memilih lagi mana yang
baik dan buruk. Intinya jangan mengambil keputusan terlalu cepat”.
Pendapat berbeda disampaikan oleh seorang wanita dari bagian umum:
“lumayan banyak
juga hal negatifnya, tetapi kembali pada individunya masing-masing untuk menyaring hal yang
negative dan positifnya”.
Selain itu juga,
pendapat lain dijelaskan oleh seorang laki-laki dari bagian IT:
“ belakangan ini banyak kejadian seperti itu, banyak berita ataupun opini yang disebar di instagram hanya untuk kepentingan tertentu. Tentu saja hal ini sangan mengganggu. Seharusnya ada kebijakan juga dari pihak instagram untuk menfilter atau merespon akun-akun yang direport oleh kebanyakan user. Tidak lambat respon seperti sekarang ini. Di sisi lain kita sebagai user harus lebih pintar melihat konten yang disebar di instagram. Jika itu berupa berita atau opini harap dicek sumber dan kebenarannnya. Jangan diterima langsung saja. Untuk akun-akun jualan juga harap sicek komen dan rekomendasinya jika mencurigakan lebih baik direport saja atau dibloc.
“ belakangan ini banyak kejadian seperti itu, banyak berita ataupun opini yang disebar di instagram hanya untuk kepentingan tertentu. Tentu saja hal ini sangan mengganggu. Seharusnya ada kebijakan juga dari pihak instagram untuk menfilter atau merespon akun-akun yang direport oleh kebanyakan user. Tidak lambat respon seperti sekarang ini. Di sisi lain kita sebagai user harus lebih pintar melihat konten yang disebar di instagram. Jika itu berupa berita atau opini harap dicek sumber dan kebenarannnya. Jangan diterima langsung saja. Untuk akun-akun jualan juga harap sicek komen dan rekomendasinya jika mencurigakan lebih baik direport saja atau dibloc.
Pendapat lain
juga diperoleh dari seorang pegawai.
“mengnai hal-hal
negative di instagramitu sebanarnya
tergantung/kembali kepada pengguna instagram itu sendiri. Kita sendiri yang
mengarahkan instagram itu kita gunakan untuk hal-hal yang positif atau negative.
Negativenya pasti banyak, seperti online shop yang kadang menjual barang yang
tidak sesuai dngan fotonya, dan saya pernah mengalaminya. Nah kembali kita
menyikaapi sisi negative dari instagram, tentunya hal-hal seperti itu bisa
dijadikan pembelajaran agar lebih hati-hati memilih online shop. Dan semoga
kita tidak termasuk orang/pengguna instagram dalam sisi negative.
Dari penjelasan
di atas, jelas terlihat jika pegawai di instansi pemerintahan dinas pendidikan
sangan selektif dan hati-hati dalam mneggunakan aplikasi instagram. Di mana
jika kita tidak dengan benar-benar menggunakan aplikasi instgaram, akibatnnya
diri kita sendiri yang menerima akibatnya. Baik dan buruk dalam penggunaannya
tergantung dari diri kita sendiri. Hal lain juga yang sering terjadi dalam
menggunakan instagram adalah penjualan online yang kadang tidak sesuai dengan
apa yang dipromosikan dalam instagram. Hal ini tentunya memberikan dampak
postif dan negative bagi yang melihat dan orang yang ingin membeli produk
melalui instagram. Hal ini tentunya mengajarkan kita untuk selalu berhati-hati
dalam membeli produk yang ada di instagram, mengajarkan kita untuk melihat mana
yang baik dan tidak untuk dicontoh dalam instagram. Tujuannya agar kita tidak
terjebak dalam hal-hal negative atau yang tidak baik.
5.2. Kesimpulan
dan Saran
Penelitian yang dilakukan ini menggambarkan lebih dalam
tentang dampak komunikasi dan perubahan sosial bagi pengguna instagram.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat dikemukakan beberapa
kesimpulan dan saran sebagai berikut :
a.
Kesimpulan
1.
Dampak
instagram dari segi komunikasi, memberikan informan atau penggunanya menemukan
orang-orang baru sehingga komunikasipun terjalin dengan baik, bahkan ketika
tidak saling mengenalpun, para pengguna instagram dapat dengan mudah melakukan
komunikasi.
2.
Dampak perubahan
sosial instagram tidak terlalu serius dan signifikan, dimana
perubahan-perubahan itu sendiri tidak membuat perubahan pada pengguna aplikasi
tersebut. Selain itu, Perubahan-perubahan yang terjadi prosesnya bisa
saja berlangsung secara cepat ataupun lambat, berpengaruh secara luas ataupun
terbatas dan juga perubahan-perubahan tersebut terkadang terlihat sangat
menonjol ataupun malah tidak menampakkan perubahan sama sekali.
3.
Instagram, suatu media yang merupakan sebuah aplikasi berbagi foto dan video yang memungkinkan pengguna mengambil
foto, mengambil video, menerapkan filter digital, dan membagikannya ke berbagai
layanan jejaring sosial, termasuk milik Instagram
sendiri. Tentunya memberikan dampak positif ataupun negative bagi penggunanya
ataupun orang-orang yang terlibat didalam instagram.
b.
Saran
1.
Meskipun
dengan orang baru kita melakukan komunikasi, tetap harus dijaga, mengapa
karena penggunaaan bahasa dalam media sosial juga perlu diperhatikan. Mengingat
banyak terjadi salah paham diakibatkan penggunaan bahasa yang kurang baik.
2.
Aplikasi instagram yang bisa berdampak
memberikan perubahan sosial terhadap seseorang membuat penggunanya harus bisa
lebih bijak lagi menggunakan instagram. Seandainya perubahan sosial itu dapat
memberikan dampak positfpun tidak menjadi masalah jika sebagai penggunanya
mengikuti perubahan sosial tersebut.
3.
Dibutuhkan pemahaman dan sosialisasi
tentang menggunakan dan memanfaatkan media sosial. Jangan sampai merugikan kita
sebagai penggunanya. Hal positif dan negative dalam menggunakan aplikasi
instagram juga perlu diperhatikan baik
bagi pengguna maupun dari pihak pengelola aplikasi instagram.
DAFTAR PUSTAKA
BandungMulyana, Deddy.2002. Ilmu
Komunikasi: Suatu Pengantar, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Cangara, Havied,2002.Pengantar Ilmu Komunikas.Gramedia Widisarana,Jakarta
Liliweri Alo,
1991, Komunikasi Antar Pribadi, Citra Aditya Bhakti,
Onong U. Effendy, 2003, Ilmu,
Teori & Filsafat Komunikasi, Bandung,
Citra Aditya Bakti.
Singarimbun Masri,1995,Metode Penelitian Survey.LP3ES, Jakarta
----------------------- 2004,Dinamika Komunikasi,
Remaja Rosdakarya,Bandung.
Sugiono. 2007. Memahami Penelitian
Kualitatif, Bandung. Alfabeta.
Suranto Aw.
2011. Komunikasi Interpersonal. Edisi Pertama:
Graha Ilmu, Yogyakarta.
Uno B Hamzah & Nina Lamatengngo,
2011. Teknologi komunikasi dan informasi
pembelajaran. Jakarta:PT. Buni
Aksara
Widjaja. W. A., 1986, Komunikasi:
dan Hubungan Masyarakat,
Bina Aksara,Jakarta.
West Richard & Turner. Lynn H,2011.Pengantar
Teori Komunikasi Analisis
dan
Aplikasi,Salemba
Humanika,Jakarta.
(http://ananur.woordpress.com/2010/07/08/analisis-data-kualitatif) diambil pada tanggal 8 agustus 2016, Pukul
21.00 WIB
www.eurekapendidikan.com/2014/10/membangun-komunikasi-antara-guru-dan.html, diambil
pada tanggal 1 November 2016, pukul 20.00 WIB.
(www. http://pengayaan.com/20-pengertian-perubahan-sosial-menurut-para-ahli), diambil pada tanggal 30
Maret 2017, pukul 20.00 WIB.
(http://jayaputrasbloq.blogspot.com/2011/02/definisi-atau-pengertian-istilah-social.htm).
diambil pada tanggal 15 Oktober 2017,
pukul 20.00
Komentar
Posting Komentar